KRA Sumatri Sukses Pimpin Magetan


"KRA Sumantri sukses pimpin Magetan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Magetan pada 2009-2010 lebih tinggi dari pada IPM Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Madiun, Ngawi bahkan Provinsi Jawa Timur".

Hari ini Sabtu tanggal 23 Juli 2011 tepat 3 tahun masa kepemimpinan Bupati Magetan Drs.H.KRA Sumantri Noto Adinagoro,MM. Bupati dan Wakil Bupati Magetan periode 2008-2013 dilantik pada tanggal 23 Juli 2008 oleh Gubernur Jawa Timur Imam Utomo. Pertanyaannya adalah apa yang telah dicapai oleh Magetan selama kepemimpinannya ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut tentu saja kita harus mengetahui visi dan misinya yang disampaikan kepada masyarakat pada saat pencalonannya dulu. 'Janji' yang berupa visi, misi dan program calon Kepala Daerah inilah yang biasanya 'ditagih' oleh masyarakat. Sampai sejauh mana komitmen sebagai calon Kepala Daerah ini dapat diwujudkan ketika terpilih sebagai Kepala Daerah.

Pada saat itu visi calon Bupati Magetan Drs.H.Sumantri,MM adalah 'Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Magetan yang Adil dan Bermartabat' dengan misi : Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Mewujudkan kepemerintahan yang baik dan peningkatan sumber daya manusia yang profesional; Menggairahkan perekonomian daerah; Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai; Mewujudkan suasana aman dan damai.

Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan di Kabupaten Magetan tersebut terdapat 6 tujuan pembangunan yang hendak dicapai dikenal sebagai 6 W yaitu masyarakat Magetan yang Wareg, Waras, Wasis, Wutuh, Widodo dan Waskita. Wareg dalam arti cukup pangan, sandang dan papan. Waras : sehat jasmani dan rohani. Wasis : pendidikan cukup. Wutuh : keseimbangan jasmani dan rohani. Widodo : selamat dunia dan akherat. Waskita : mampu melihat jauh ke depan atau visioner.

Dimensi Wareg diukur dengan indikator ketersediaan bahan pangan pokok dan pendapatan perkapita. Di Kabupaten Magetan dalam 3 tahun terakhir ini ketersediaan bahan pangan mencukupi bahkan surplus seperti Beras rata-rata surplus sampai 78.000 ton per tahun. Sedangkan pendapatan perkapita terus mengalami kenaikan setiap tahun sehingga dapat diasumsikan masyarakat Magetan semakin bisa mencukupi kebutuhan pangan, sandang dan papan.

Dimensi Waras diukur dengan indikator angka harapan hidup, angka kematian ibu dan bayi, serta status gizi buruk. Dalam kurun 2008-2010 rata-rata angka harapan hidup masyarakat Magetan 70,94 tahun, angka kematian bayi 26 per seribu kelahiran, angka kematian ibu 9 per seratus ribu kelahiran, dan status gizi buruk 0,76 %. Angka-angka ini menunjukkan masyarakat Magetan secara umum sehat jasmani dan rohani bahkan angka harapan hidupnya termasuk tinggi di Jawa Timur.

Dimensi Wasis diukur dengan tingkat pendidikan masyarakat melalui indikator angka partisipasi murni, angka putus sekolah dan angka kelulusan. Dalam 3 tahun terakhir rata-rata angka partisipasi murni 81,54 %, angka putus sekolah 0,36 %, dan angka kelulusan 99,35 %. Angka-angka ini menunjukkan tingkat pendidikan yang cukup tercapai di Magetan.

Dimensi Wutuh diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam kurun 2008-2010 rata-rata IPM Kabupaten Magetan 71,04. Angka IPM ini lebih tinggi dari pada IPM Provinsi Jawa Timur. IPM yang tinggi berarti masyarakatnya mempunyai tingkat kesehatan, pendidikan dan pendapatan perkapita yang baik.

Dimensi Widodo diukur dengan indikator seperti banyaknya perkara perdata, perkara pidana, kecelakaan lalu-lintas, jumlah terdakwa, jamaah haji, pondok pesantren, murid pesantren, tempat ibadah dan sebagainya. Dalam 3 tahun terakhir angka-angka indikator tersebut menunjukkan hal yang positif dan menggembirakan.

Dimensi Waskita diukur dengan indikator angka melek huruf, buta aksara dan rata-rata lama sekolah. Dalam kurun 2008-2010 rata-rata melek huruf 91,54 %, buta aksara 8,46 % dan rata-rata lama sekolah 7,47 tahun. Untuk memiliki pandangan jauh ke depan, maka sumber daya manusia harus bagus. SDM yang baik akan tercapai bila pendidikan masyarakatnya baik.

Melihat angka-angka indikator diatas kiranya dapat disimpulkan bahwa Bupati Magetan KRA Sumantri sukses pimpin Magetan. Memang dalam era kepemimpinannya yang memasuki tahun ke-3 ini tidak ada pembangunan fisik besar seperti masa Bupati Magetan sebelumnya, karena lebih menekankan kepada pemberdayaan masyarakat, pelayanan dasar, penanggulangan kemiskinan, mengurangi pengangguran, pendampingan dan sebagainya sesuai visi, misi dan program yang disampaikan ketika mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah.

Memang ada kesan pembangunan di Kabupaten Magetan itu mandeg tidak ada kemajuan yang berarti. Hal ini tampaknya karena sebagian masyarakat sudah terpola bahwa pembangunan itu berupa jalan, gedung, jembatan dan bangunan fisik lainnya. Contoh nyata di Magetan adalah adanya jalan alternatif Sarangan-Tawangmangu, Gedung GOR Ki Mageti, Gedung DPRD, jalan lingkar utara yang kesemuanya itu dibangun di era kepemimpinan Bupati sebelumnya. Bangunan besar dan megah seperti ini 'kelihatan' di mata masyarakat. Kemudian ketika tidak ada lagi pembangunan semacam itu, yang ada pembangunan fisik skala kecil dan kegiatan non-fisik, maka terkesan pembangunan di Magetan mandeg tidak ada kemajuan. Padahal pembangunan non-fisik juga sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk lebih menguatkan argumentasi bahwa sebenarnya Bupati Magetan saat ini, KRA Sumantri sukses pimpin Magetan ada baiknya profil Kabupaten Magetan dibandingkan dengan kabupaten lain di sekitarnya seperti Kabupaten Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan bagaimana kinerja makro ekonominya (lihat dalam Buku 'Strategi Percepatan Pencapaian Target Indikator Kinerja Utama Jawa Timur Tahun 2011' oleh Gubernur Jawa Timur Dr.H.Soekarwo | Pemerintah Provinsi Jawa Timur | Surabaya, 23 Maret 2011 |.

Berdasarkan data 2010, PDRB perkapita Kabupaten Magetan (Rp 12,21 juta) lebih tinggi dari pada Kabupaten Madiun (Rp 9,63 juta), Ponorogo (Rp 9,25 juta), Ngawi (Rp 9,19 juta) dan Pacitan (Rp 6,44 juta).

Pertumbuhan ekonomi (lihat dalam Buku 'Rencana Aksi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Peningkatan IPM 2010, 2011'| Bappeda Provinsi Jawa Timur | 10 Agustus 2010) Kabupaten Magetan (5,36 %) pada 2009 lebih baik dari pada Kabupaten Ponorogo (5,16 %), Ngawi (4,62 %), Pacitan (4,40 %) dan Madiun (4,26 %). Sedangkan pada 2010, Kabupaten Magetan (6,23 % data BPS Magetan) sedikit dibawah Pacitan (6,52 %) namun masih lebih baik dari pada Madiun (6,07 %), Ngawi (6,05 %) dan Ponorogo (5,95 %).

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Magetan (72,32 | 72,72) pada 2009-2010 lebih tinggi dari pada IPM Kabupaten Pacitan (71,45 | 71,91), Ponorogo (69,75 | 70,34), Madiun (69,28 | 69,83), Ngawi (68,41 | 68,82) bahkan Provinsi Jawa Timur (71,06 | 71,55).

Indeks Harapan Hidup (IHH) Kabupaten Magetan (77,23) pada 2010 lebih tinggi dari pada Kabupaten Pacitan (76,13), Ponorogo (74,82), Madiun (73,25), Ngawi (74,75) bahkan diatas angka Jawa Timur (74,29).

Indeks Pendidikan (IP) Kabupaten Magetan (77,23) pada 2010 lebih tinggi dari pada Kabupaten Pacitan (76,13), Madiun (75,21), Ponorogo (72,80), Ngawi (71,06) bahkan diatas Provinsi Jawa Timur (74,94).

Indeks Daya Beli Kabupaten Magetan (64,04) pada 2010 lebih tinggi dari pada Kabupaten Ponorogo (63,40), Pacitan (62,49), Madiun (61,05) dan Ngawi (60,63).

Pada 2009 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Magetan (3,82 %) lebih baik dari pada Kabupaten Ngawi (4,49 %), Madiun (6,04 %) dan bahkan Provinsi Jawa Timur (5,08 %) namun masih 'diatas' Ponorogo (3,45 %) dan Pacitan (1,32 %). Pada 2010 TPT Magetan (2,41 % data BPS Magetan) lebih baik dari pada Ponorogo (2,86 %), Ngawi (3,62 %), Madiun (5,27 %) dan Provinsi Jawa Timur (4,25 %) namun masih 'diatas' Pacitan (0,87 %).

Disamping keberhasilan yang dicapai oleh Kabupaten Magetan di bawah kepemimpinan Bupati Magetan Drs.H.KRA Sumantri Noto Adinagoro,MM sebagaimana ditunjukkan fakta-fakta diatas, tentu saja 'tiada gading yang tak retak', maka semua program dan kegiatan yang hasilnya 'belum tampak' perlu terus dipacu, dipercepat, didorong, dikembangkan, difasilitasi dan dibantu sehingga masyarakat Magetan yang sejahtera lebih cepat terwujud.(Ir. Herdoni Wahyono, MM)

Sumber : Magetankab.go.id



Diberdayakan oleh Blogger.