Polres Magetan Berdialog dengan Pengurus Gereja

Magetan: Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Magetan, Jawa Timur, Kamis (29/9), menggelar dialog dengan seluruh pengurus gereja di wilayah setempat guna meredam potensi konflik antaragama.

"Kami sengaja merapatkan barisan dengan menggandeng semua pihak, termasuk para pengurus gereja untuk berdialog dan memberikan pendekatan persuasif agar gesekan-gesekan yang ada dapat dihindari," ujar Kapolres Magetan AKBP Awi Setiono.


Menurut Awi, dalam dialog tersebut, pihak kepolisian meminta seluruh pengurus gereja untuk mengendalikan umatnya agar tidak terprovokasi konflik pascabom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah.


"Akibat bom Solo, mau tidak mau telah menimbulkan keresahan masyarakat, terutama jemaat gereja atas ancaman aksi terorisme. Hal ini berujung pada ketidaknyamanan dalam beribadah," katanya.


Pihak polisi juga terus melakukan koordinasi dengan para pengurus gereja guna memudahkan penanganan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.


Selain dialog dan koordinasi, Polres Magetan juga melakukan tindakan preventif lainnya, seperti pengamanan dan penyisiran sejumlah gereja di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada jemaat gereja saat beribadah.


"Kami juga melakukan penjagaan dan razia kendaraan di sejumlah titik perbatasan Magetan dengan daerah lainnya. Seperti di titik perbatasan Jawa Timur dengan Jawa Tengah di Desa Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Magetan," tambahnya.


Pengamanan daerah perbatasan tersebut juga melibatkan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Namun, sejauh ini belum ditemukan sesuatu hal yang membahayakan.


Pengamanan perbatasan bertujuan untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang mengangkut sejata api, senjata tajam, bahan peledak, dan barang terlarang lainnya.


Salah satu anggota pengurus gereja setempat, Lucas Bambang Purnama, menyatakan, sangat mendukung langkah Polres Magetan. "Umat merasa kuatir dan takut setelah terjadi bom di Solo. Karena itu, kami sangat mendukung dengan tindakan pendekatan dan dialog yang dilakukan oleh kepolisian," ujar Lucas.


Selain pengamanan bersama polisi, pihak gereja juga dimbau melakukan pengamanan internal hingga kondisi kondusif.(Ant/******)


Sumber : Metrotvnews
Sumber Ilustrasi Foto : Google


Diberdayakan oleh Blogger.