Tebal Endapan Lumpur di Bendungan Jati

DIKERUK BACKHOE
MAGETAN-Kondisi Bendungan Jati di Desa Semen, Kecamatan Nguntoronadi,Magetan kian memprihatinkan. Selain kondisi karet penahan air yang jebol,endapan lumpur juga kian parah.Dampaknya,air dari daerah aliran sungai Bengawan Solo yang melewati bendungan tersebut tersendat sebelum sampai ke areal persawahan petani setempat.

Alhasil,dengan keadaan tersebut,pihak Irigasi II Dinas Pengairan Jawa Timur di Madiun seolah ngebut untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.Pasalnya,musim penghujan yang segera tiba,tentunya akan menjadi permasalahan baru apabila endapan lumpur tersebut tidak segera ditangani.''Untuk bendungan karet akan segera diperbaiki.Sedangkan tahap pertama ini kami memang melakukan pengerukan sedimen yang menumpuk dan mengganggu saluran air ini,''kata Jupriyanto,pengawas irigasi Bendungan Jati,bidang Irigasi II Dinas Pengairan Jawa Timur di Madiun,ditemui kemarin(19/9).

Menurutnya,endapan lumpur tersebut merupakan sedimen. Yang merupakan endapan lumpur bawaan arus air sungai Bengawan Solo yang tidak bisa mengalir lancar.Yang akhirnya mengendap dalam waktu relatif lama dan mengeras lantas menghambat arus sungai.''Pengerukan yang pernah dilakukan sebelum ini,sekitar tahun 1997. Dan setidaknya,pengerukan ini membutuhkan waktu yang tidak singkat.Desember kami targetkan baru selesai,'' ungkapnya.

Bendungan Jati,lanjut dia,merupakan saluran air cukup vital bagi petani di kawasan Keamatan Nguntoronadi hingga Takeran.Sehingga,keberadaan lumpur yang mengendap tersebut sedikit banyak membawa pengaruh cukup berarti bagi para petani setempat.''Banyak tenaga kerja yang kami kerahkan.Ada dua backhoe yang kami kerahkan.Mudah-mudahan saat musim hujan tiba, pengerjaan pengerukan ini sudah selesai,''harapnya. (wka/eba)

Sumber : Radar Madiun

Diberdayakan oleh Blogger.