Dua Pasien Suspect HIV

MAGETAN-Lagi,dua pasien suspect HIV dirawat intensif di RSUD Sayidiman Magetan.Mereka adalah SW,41,warga Kecamatan Plaosan dan SM,41,dari kecamatan Lembeyan. Keduanya dirawat sejak Kamis(10/11)lalu di ruang Irna II.

Bahkan,kondisi SW cukup parah jika dibandingkan SM.SW mengalami anemia dan tubuhnya semakin lemah.Disamping badannya yang semakin kurus.''Dia(SW)mengalami anemia, darahnya 7.8 g/dl,sedangkan normalnya diatas 10g/dl,''dr Agus Hidayat Sp.p,dokter yang menangani kedua pasien tersebut,kemarin(12/11)

Dijelaskan,riwayat SW yang bekerja di Jakarta sebagai pekerja swasta disebutnya beresiko tinggi tertular penyakit tersebut.Sedangkan SM diketahui sebagai pedagang di Surabaya.''Kehidupan mereka termasuk kategori beresiko tinggi tertular HIV,''ungkapnya.

Pertama dirujuk ke RSUD Sayidiman,kondisi kedua pasien ini mengalami deman tinggi,sesak nafas,batuk dan badan kurus seperti kurang gizi.Pihak RSUD pun melakukan sejumlah pemeriksaan.Dan dari ciri fisik,kondisi itu mengarah untuk dilakukan ke pemeriksaan lanjutan dengan mengunakan rapid test.''Dari hasil pemeriksaan dasar itu awalnya hasilnya negatif,''tambahnya.

Meski negatif,RSUD akan melakukan test lanjutan.Ini mengingat kecurigaan secara klinisnya yakni timbulnya gejala sariawan dan diare yang berkepanjangan.
Agus mengatakan,untuk dilakukan test itu jarak yang ditentukan harus sesuai protap.Yakni test akan dilakukan di atas dua pekan setelah test pertama. Kemudian tiga bulan,enam bulan dan satu tahun dariTautan test pertama juga akan tetap dilakukan.''Ini karena secara klinisnya sudah nampak,dan tidak menutup kemungkinan terjadi konversi dari negatif ke positif,''terangnya.

Sementara,Tum istri SM menuturkan jika suaminya lama bekerja di Surabaya.Namun,sejak beberapa bulan ini suaminya pulang kampung.Kepulangan SM ini karena dia sakit sejak beberapa bulan lalu.''Sudah enam bulan terkena paru-paru nggak sembuh-sembuh,''katanya sambil berlalu.


Sumber : Radarmadiun.co.id
Sumber Ilustrasi Foto : Google.co.id


Diberdayakan oleh Blogger.