Hujan,Produksi Genting Merosot

MAGETAN-Musim penghujan tak selamanya disambut gembira.Di kalangan perajin genting misalnya,curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir menyebabkan rezeki mereka seret.Pasalnya,produksi merosot hingga 50 persen lantaran proses pengeringan tidak bisa maksimal.

Sukarno,salah seorang perajin genting di Dukuh Winong, Desa Gulun,Maospati,mengatakan bahwa musim hujan berdampak langsung pada proses pembakaran.Jika di musim kemarau dalam satu bulan pembakaran genting bisa dilakukan hingga lima kali,sekarang paling banter hanya dua kali.

''Kalau panas,sehari genting bisa kering.Tapi saat ini pengeringan hingga siap dibakar butuh waktu sampai satu minggu,''ungkap Sukarno kepada koran ini,kemarin (9/11).

Jika biasanya produksi menembus angka 500 genteng lebih,kata dia,saat ini maksimal hanya 300 buah.Itu lantaran banyak genteng basah yang menumpuk dan belum dibakar.''Kebanyakan kami produksi genteng jenis magase.Kalau harga jualnya sekarang memang naik,tapi tidak signifikan.Mungkin di kisaran Rp50ribu sampai Rp 100 ribu,''ungkapnya.

Jumadi,perajin genting lainnya,mengungkapkan bahwa tingginya curah hujan juga berdampak pada kualitas hasil produksi.''Kadang kalau dilihat luarnya kering, dalamnya masih basah.Dan kalau dibakar,biasanya genting rusak.Selain itu,terkadang kondisinya retak-retak,''tuturnya.

Penurunan produksi tanpa dibarengi kenaikan harga jual yang signifikan membuat perajin dibayangi kerugian. ''Apalagi kami juga harus mengeluarkan biaya produksi yang tak sedikit,seperti untuk membeli kayu bakar,'' ujarnya.
Tautan
Sumber : Radarmadiun.co.id
Sumber Ilustrasi Foto : Google.com


Diberdayakan oleh Blogger.