Ditinggal Istri, Kuntoro Coba Bunuh Diri dengan Tenggak Pestisida

Seorang pemuda asal Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mencoba bunuh diri dengan cara minum obat pembasmi hama atau pestisida, namun nyawanya berhasil diselamatkan.

Pemuda tersebut adalah, Kuntoro (30), yang diduga mengalami depresi akibat dua bulan terakhir ini ditinggal oleh istrinya.

Aksi nekat ini dilakukan oleh Kuntoro pada Selasa (6/12) malam saat seluruh keluarganya tertidur lelap. Beruntung ada salah satu keluarga korban yang terbangun saat itu dan melihat korban pingsan dengan mulut berbusa. Oleh keluarganya, korban akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeroto Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis.

"Sudah dua bulan terakhir ini, Kuntoro berpisah dengan istri yang dinikahinya delapan tahun lalu. Selama ini keduanya sering ribut dan puncaknya dua bulan lalu itu," ujar kakak korban, Slamet, Rabu (7/12/2011).

Menurut Slamet, beberapa hari yang lalu ia sempat bertemu dengan istrinya untuk mengajak rujuk, namun ditolak. Sejak saat itu korban terlihat semakin murung dan tahu-tahu nekat mencoba bunuh diri.

Kepala Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD dr Soeroto Ngawi, Margo Waluyo, mengatakan, korban sudah berhasil keluar dari masa kritis setelah berjam-jam lamanya pihak medis berusaha mengeluarkan racun pestisida yang telanjur terminum.

"Pasien sudah melewati masa kritisnya. Saat ini pasien masih lemas karena masih dalam tahap penyembuhan. Kami sudah memberikan obat untuk memulihkan kondisinya," ujar Margo Waluya, singkat.

Sementara, praktisi Psikologi Universitas Merdeka Madiun, Zulin Nurchayati, menyatakan prihatin atas maraknya kejadian bunuh diri yang terjadi di kalangan masyarakat.

Ia menilai, tindakan terlarang yang dilakukan oleh pelaku bunuh diri tersebut disebabkan karena mental pelaku yang tidak kuat menghadapi tantangan hidup.

"Kondisi mental yang tidak kuat tersebut bisa dipengaruhi dari berbagai faktor, di antaranya karena tekanan atau depresi akibat ekonomi, moral, ataupun material. Selain itu, juga disebabkan karena kurangnya pengendalian mental pada saat yang bersangkutan berusia anak-anak," terang dosen Psikologi Komunikasi ini.

Ia menjelaskan, pengendalian mental pada masa pertumbuhan atau anak-anak merupakan kunci sukses bagi seseorang dalam mengatasi berbagai masalah di masa hidupnya mendatang.

"Karena itu, untuk mengurangi depresi, hendaknya orang-orang terdekat selalu memberikan dukungan mental agar yang bersangkutan bisa menerapi dirinya sendiri untuk bisa menerima masalah hidup yang dialaminya. Sehingga yang bersangkutan tidak memilih solusi instan atas masalah yang dihadapinya," kata Zulin.

Sebelum kasus percobaan bunuh diri dengan minum racun yang dilakukan oleh Kuntoro. Kasus serupa juga dilakukan oleh Jumirah warga Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Magetan.

Jumirah nekat minum obat pembasmi rumput (herbisida) akibat sakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan.

Selain itu juga terdapat beberapa kasus bunuh diri dengan cara menggantung diri dalam sebulan terakhir. Yakni gantung diri yang dilakukan Bibit warga Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.

Bibit nekat bunuh diri akibat sakit yang tak kunjung sembuh. Kasus serupa juga dilakukan oleh Kakek Harjo warga Desa tanjung, Kecamatan Bendo, Magetan. Harjo nekat menggantung diri setelah sebelumnya menggantung cucunya Eksa yang masih berusia dua tahun.
Sumber : Berita8.com

Diberdayakan oleh Blogger.