Imlek, Harga Jeruk Pamelo Melonjak Hingga 50 Persen

Magetan - Perayaan Tahun Baru Imlek kali ini membawa berkah bagi petani jeruk pamelo di Kabupaten Magetan. Tidak hanya kebanjiran pembeli, buah yang digunakan untuk persembahan dewa itu harganya meningkat hampir 50%.

Hal tersebut seperti utarakan, Harjo salah satu petani jeruk di Kelurahan/Kecamatan Takeran, Kabupaten Madiun. Jika pada kondisi normal satu jeruk hanya laku dijual Rp 3 ribu kini meningkat jadi Rp 5 ribu.

"Harganya memang naik dan pembelinya juga banyak. Tapi pembeli hanya mau membeli jeruk yang masih ada tangkai dan daunnya. Kalau dipanen seperti biasa mereka tidak mau membeli," kata Harjo kepada detiksurabaya.com saat ditemui di kebunnya, Senin (23/1/2012).

Harjo menambahkan, pemelo miliknya sebagian besar dijual ke tangan tengkulak dan ada juga yang langsung dijual ke pembeli keturunan Tionghoa.
"Yang beli orang keturunan Cina, katanya buat Imlek," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu pedagang jeruk pamelo di pasar buah Takeran, Kamiran. Ia mengaku sejak Selasa (17/1/2012) bisa mengirim lebih dari 2500 buah pamelo ke Jakarta dan Bandung.

"Harganya kalau di kota besar bisa Rp 15 ribu per buah. Karena mau dipakai sesembahan jadi sedikit beda dengan yang dijual biasa. Kalau untuk sesembahan harus ada tangkai dan daunnya kalau gak gitu pembeli gak mau," ucapnya.

Kamiran mengaku senang dengan peningkatan omset ini. Karena dalam kondisi normal belum tentu dalam satu minggu ia bisa mengirim 2.000 lebih buah, selain tentunya ia juga berjualan di pasar setempat.

"Kami sengaja memesan jauh hari jeruk besar untuk persiapan imlek pada tanggal 23 nanti. Tak hanya jeruk besar saja tapi juga buah lainnya seperti buah naga," terang Agung warga keturunan Tionghoa asal Magetan.



Sumber : Detik.com

Diberdayakan oleh Blogger.