Minta PDAM Lebih Prorakyat

MAGETAN – Kinerja PDAM Magetan terus mendapat sorotan. Setelah sebelumnya diminta menangani kemacetan air di KPR Pondok Indah Baron, kali ini Bupati Sumantri mendesak perusahaan plat merah itu lebih prorakyat. “Saya menekan kepada PDAM supaya kebijakannya berpihak pada masyarakat miskin dan benar-benar butuh air bersih. Salah satu caranya dengan menurunkan harga sambungan baru,” kata Sumantri, kemarin. (9/1).

Kebijakan itu, kata Bupati, menjadi hal yang vital dilakukan. Pasalnya, warga miskin sering kali menyalur air dari tatangga lantaran tak memiliki dana cukup untuk memasang sambungan baru. Padahal, jika dihitung, mereka harus membayar lebih mahal. “Contohnya jika rekening PDAM yang disalur itu tanggungannya Rp 50 ribu, maka yang nyalur harus menanggung Rp 30 ribu. Padahal rekening pemakaian minimal PDAM hanya Rp 20 ribu saja,” ujarnya.

Desakan Sumantri agar PDAM menurunkan harga sambungan baru tersebut di ungkapkan saat menerima direksi PDAM yang melaporkan penanganan masalah air di KPR Pondok Indah Baron, “Sebagaimana instruksi bupati, Kami berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” kata Direktur Utama PDAM Magetan Sofyan.

Terkait desakan bupati, Sofyan mengaku pihaknya akan segera menghitung ulang bahan dan konstruksi instalasi sambungan baru rumah tangga. “Tentunya kami juga sependapat dengan bupati. Apalagi semua itu juga demi keberpihkan kami kepada masyarakat miskin yang betul-betul membutuhkan air bersih,” ujar Sofyan.

Sumber : Radarmagetan.wordpress.com
Sumber Ilustrasi Foto : Google.com

Diberdayakan oleh Blogger.