DPRD Desak Sertifikasi Sopir Bus di Jatim

Komisi D DPRD Jatim mengusulkan secepatnya perlu dilakukan sertifikasi kepada seluruh sopir bus. Ini untuk meminimalisir angka kecelakaan yang melibatkan bus.

Ini terkait kecelakaan maut antar bus Sumber Kencono bernopol W 7666 UY dengan mobil sedan AG 1663 V di Jalan Raya Ngawi-Surabaya tepatnya di Jembatan Dusun Glodok, Kelurahan/Kecamatan Karangrejo, Magetan, Kamis (9/2/2012) dini hari.

Akibat kecelakan tersebut, dua orang meninggal dunia dan belasan penumpang luka-luka, karena bus juga terjatuh ke sungai.

Sebelumnya, kasus kecelakaan juga terjadi di jalan tol Sidoarjo kilometer 24.600 yang memakan korban tiga orang tewas antara bus Restu dengan sebuah truk.

Anggota Komisi D DPRD Jatim Agus Maimun dikonfirmasi, Kamis (9/2/2012) mengatakan, peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus hingga menimbulkan korban tewas tentunya harus dicarikan solusi, seperti sertifikasi terhadap para sopir bus.

"Memang perlu adanya sertifikasi bagi sopir supaya memiliki tanggung jawab sebagai pekerja profesional dan diakui. Selain itu, sertifikasi juga sebagai alat pengukur sekaligus kontrol bagi para sopir agar berpikir dua kali untuk kebut-kebutan," tegasnya.

Menurut dia, dengan sertifikasi itu nantinya sopir bus akan lebih merasa dihargai atas pekerjaannya, karena sama halnya dengan profesi pekerjaan yang lain.

Untuk kepentingan sertifikasi itu, pihaknya akan segera koordinasi dengan Dishub LLAJ Provinsi Jatim dan Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim.

"Kami sudah pernah mengusulkan dan memberikan rekomendasi tentang sertifikasi terhadap sopir bus. Tapi kenyataannya sampai sekarang belum ada. Sehingga kami akan mengusulkannya kembali," kata legislator PAN ini.

Anggota Komisi D DPRD Jatim lain, Irwan Setiawan menambahkan, pihaknya sangat prihatin dengan kecelakaan bus yang kerap terjadi dan jatuh korban meninggal. Karena itu, pihaknya meminta agar kepolisian mengungkap kasus itu dan memastikan penyebab kecelakaan.

"Polisi harus bisa mengungkap kejadian ini dan manajemen bus segera melakukan evaluasi. Tidak hanya kepada Sumber Kencono atau Restu, tetapi semua pemilik bus. Kami tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi, apalagi menimbulkan korban jiwa," pungkas Sekretaris F-PKS DPRD Jatim ini.


Sumber : Beritajatim.com

Diberdayakan oleh Blogger.