Pasien Diare Melonjak Tajam

MAGETAN - Pasien diare dan demam berdarah (DB) di RSUD dr Sayidiman dalam dua bulan terakhir meningkat. Meski begitu, rumah sakit pelat merah ini masih mampu menampung penderita. ‘’Walaupun sudah banyak penderitanya, tapi belum ada status KLB (kejadian luar biasa, Red,’’ ujar Mas’an, kabid Pelayanan RSUD dr Sayidiman Magetan, kemarin (6/2).

Selama Desember 2011, penderita diare yang menjalani perawatan di RSUD Sayidiman tercatat sebanyak 138 pasien (68 laki-laki dan 70 perempuan). Sedangkan pada Januari 2012 lalu, melonjak menjadi 149 (82 laki-laki dan 67 perempuan). Sementara, pasien DB naik dari tujuh menjadi 14.

Menurut dia, tren kenaikan kasus diare tak lepas dari musim buah. Saat itulah lalat menyebar melalui buah dan menyerang manusia. ‘’Kami berharap supaya masyarakat lebih berhati-hati, terutama kepada anak-anakJika mengalami berak sepuluh kali sehari, segera diperiksakan ke medis,’’ tegasnya.

Salah satu pasien diare yang kini menjalani perawatan adalah Naim Abrizan Satir. Bayi empat bulan asal Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro, itu dirawat intensif di sebuah kamar ruangan Irna IV RSUD dr Sayidiman. ‘’Awalnya muntah-muntah dan buang air besar terus-terusan. Ternyata diare,’’ kata Supatmi, ibu Naim.

Sementara itu, hasil pemetaan Dinas Kesehatan (Dinkes), hampir seluruh kecamatan di Magetan berpotensi menjadi sasaran penyebaran diare dan DB. Namun, yang paling rawan adalah Kecamatan Ngariboyo dan Kawedanan. ‘’Memang untuk penyebarannya masih merata. Tapi ada dua kecamatan yang menjadi fokus utama pemantauan kami, Ngariboyo dan Kawedanan. Saya berharap budaya hidup bersih lebih ditingkatkan masyarakat,’’ tutur Kepala Dinkes Magetan dr Harry Susanto.


Sumber : Radarmadiun.co.id

Diberdayakan oleh Blogger.