72.250 Massa PDIP Siap Merahkan Jatim

Sebanyak 72.250 massa PDIP se-Jatim akan turun ke jalan menolak rencana kenaikan harga BBM pada Selasa (27/3/2012) mendatang.

Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Bambang DH kepada wartawan di kantornya Jl Kendangsari Surabaya, Minggu (25/3/2012) menegaskan, jumlah 72.250 orang baru terdata sementara dari 29 kabupaten. Kemungkinan jumlah itu akan bertambah lagi hingga menjelang hari-H.

Dari data yang diperoleh beritajatim.com di DPD PDIP Jatim, untuk massa di Surabaya 17.800 orang (ditargetkan 20 ribu), Lamongan 6 ribu orang, Magetan 6 ribu orang, Ponorogo 5 ribu orang, Gresik 3.500 orang, Kota Kediri 3.000 orang, Banyuwangi 2.500 orang, Situbondo 2.000 orang, Tuban 1.500 orang, Kabupaten Kediri 1.500 orang, Lumajang 1.500 orang, Kota Probolinggo 1.200 orang, Kabupaten Blitar 1.000 orang, Kota Madiun 1.000 orang, Pacitan 1.000 orang, Jember 1.000 orang, Bondowoso 1.000 orang dan Kota Blitar 1.000 orang.

"Massa PDIP hanya fokus pada isu tolak kenaikan harga BBM. Memang ada elemen mahasiswa dan buruh yang ingin bergabung. Jika ada muatan aksi lain seperti menolak outsourching, PDIP akan dukung," tegas Bambang DH.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh pimpinan cabang PDIP agar mulai hari ini atau Senin (26/3/2012) besok sudah melaporkan jumlah massanya ke kepolisian. Aksi akan berlangsung sejak pukul 10.00 pagi.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana menambahkan, pihaknya akan melakukan aksinya dengan berkumpul di DPRD Kota Surabaya. "Pas tanggal 27 Maret itu, kebetulan ada paripurna. Kami sudah mengajak 4 fraksi lain untuk memberikan pernyataan saat paripurna untuk menolak kenaikan harga BBM," tukasnya.

Dia juga berharap Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang diberangkatkan dari PDIP ikut turun jalan dan berorasi untuk menolak kenaikan harga BBM. "Kami (FPDIP DPRD Kota Surabaya) sudah surati Bu Risma, tapi memang beliau belum bersikap hingga saat ini," pungkasnya. [air/tok]


Diberdayakan oleh Blogger.