Jelang Pilkada, PDIP Bojonegoro Tak Kirim Massa untuk Demo

Berbeda dengan DPC yang lain, DPC PDIP Bojonegoro memilih tidak ikut turun ke jalan menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, Bojonegoro saat ini sedang hangat-hangatnya jelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada).

Ketua DPC PDIP Bojonegoro, Budi Irawanto yang akrab dipanggil Wawan, mengungkapkan meskipun tidak ikut turun ke jalan, namun dari partai sendiri mengaku juga tidak setuju jika pemerintah menaikan harga BBM.

Hanya saja, karena momennya bersamaan dengan Pilkada, membuat DPC Bojonegoro tidak mengirimkan massa untuk mengikuti Demo. "Sebenarnya kita juga menolak itu (kenaikan harga BBM), teman-teman mahasiswa yang melakukan demo kita juga ikut menandatangani," jelas Wawan kepada beritajatim.com, Minggu (25/03/2012).

Saat disinggung masalah intruksi dari DPP pada tanggal 27 Maret nanti semua DPC PDIP agar berkumpul di DPRD Kota Surabaya, pihaknya menilai hal itu sebenarnya bukan intruksi, sehingga sifatnya tidak wajib untuk diikuti. "Itu sifatnya bukan intruksi, jadi lebih tetap kesadaranlah, jadi tidak wajib diikuti," pungkasnya.

Data yang ada di beritajatim.com menyebutkan, di DPD PDIP Jatim, untuk massa di Surabaya 17.800 orang (ditargetkan 20 ribu), Lamongan 6 ribu orang, Magetan 6 ribu orang, Ponorogo 5 ribu orang, Gresik 3.500 orang, Kota Kediri 3.000 orang, Banyuwangi 2.500 orang, Situbondo 2.000 orang, Tuban 1.500 orang, Kabupaten Kediri 1.500 orang, Lumajang 1.500 orang, Kota Probolinggo 1.200 orang, Kabupaten Blitar 1.000 orang, Kota Madiun 1.000 orang, Pacitan 1.000 orang, Jember 1.000 orang, Bondowoso 1.000 orang dan Kota Blitar 1.000 orang.


 
Diberdayakan oleh Blogger.