Masyarakat dan Pemerintah Diminta Waspada Daerah Rawan Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat meminta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana seperti banjir, erupsi gunung berapi hingga tanah longsor, untuk selalu waspada dan menghindarinya, agar tidak menjadi korban.

"Misalnya ada tanah yang tingginya 60 derajat atau 60 persen, kemudian hujan deras tiga hari berturut-turut, maka daerah itu rawan longsor. Segera menghindar jangan sampai di rumah-rumah," kata Kepala BNPB pusat, Syamsul Maarif kepada wartawan saat menghadiri acara rakorda BPBD di kantor BPBD Jatim, Jalan Ahmad Yani, Jumat (2/3/2012).

Daerah di Indonesia, mempunyai kerawana bencana berbeda-beda. Menurutnya, untuk daerah pantai barat dan selatan Pulau Jawa, katanya merupakan daerah rawan bencana gempa tektonik.

Selain itu ada 6 gunung yang perlu diwaspadai, karena status gunung tersebut level siaga. Serta waspadai banjir, karena luas wilayah yang dulunya areal persawahan berubah akibat pertambahan penduduk.

Syamsul berharap, selain masyarakat di daerah rawan bencana untuk selalu waspada, juga perna aktif dan tanggap bencana dari pemerintah setempat, terutama kepada daerah yang belum memiliki lembaga BPBD. Untuka daerah di jatim yang belum memiliki BPBD seperti Surabaya, Jember, Malang, Kediri, Magetan, Pamekasan, Tuban dan Mojokerto.

"Kami mohon kesadaran kepada baik bupati atau walikota maupun DPRD, untuk memhamai pentingnya BPBD sebagai lembaga yang diamanatkan oleh undang-undang demi kepentingan masyarakat," jelasnya.


Suber : Detik.com

Diberdayakan oleh Blogger.