BOS Belum Cair, Sekolah Ngutang

Magetan - Belum cairnya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) reguler dari pusat membuat kelabakan sejumlah kepala sekolah di bawah naungan Kementerian Agama Magetan, seperti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Magetan. Mereka terpaksa mencari pinjaman alias ngutang ke koperasi sekolah.

Kepala MIN Tawanganom Kecamatan Kota Magetan, Moch Nurrudin, mengemukakan, terpaksa mencari pinjaman uang untuk memenuhi kebutuhan operasional sekolah. Pihaknya berupaya mendapatkan dana dari manapun, demi kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

“Pinjaman ini untuk kepentingan operasional, seperti pembelian alat tulis dan kebutuhan sekolah lainnya, membayar gaji GTT atau guru yang mengajar ektrakurikuler. Untuk belajar ekstra, guru terpaksa tidak diberi gaji,” katanya.

Moch Nurrudin mengatakan, pencairan dana BOS dari pusat mekanismenya dilakukan setiap triwulan sekali. Kalau besaran BOS tiap triwulan itu berbeda-beda, disesuaikan dengan jumlah siswa. “Misalnya di MIN Tawanganom ini jumlah siswa 515 siswa, setiap siswa memperoleh dana dari BOS sebesar Rp 30 ribu per siswa,” kata Moch Nurrudin.

Untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya mendadak, lanjut Moch Nurrudin, perlu dana-dana yang sifatnya harus disiapkan, seperti saat ini para siswa kelas IV sedang melaksanakan Ujian Akhir Madarasah - Berstandar Nasional (UAM-BN).

Hari Senin (2/4) kemarin, MIN Tawanganom sudah mengajukan permohonan pencairan ke KPPN. “Namun hari ini kita belum ngecek apakah sudah masuk ke rekening sekolah atau belum,” ungkapnya, Selasa (3/4/12).

Sayangnya, hingga sore kemarin, pihak Kementerian Agama (Kemenag) Magetan belum berhasil dikonfirmasi. Mon


Sumer : Magetankita.com




Diberdayakan oleh Blogger.