Kartinian Ala MIN Tawanganom

Magetan - Meriah, luar biasa. Itulah kalimat yang bisa disampaikan sebagai kesan peringatan Hari Kartini siswa-siswi Madarasah Ibtidayah Negeri (MIN) Tawanganom, Magetan, Sabtu (21/4).

Dimulai pukul 07.30 WIB, 505 siswa-siswi sekolah yang bernaung di lingkup Kementrian Agama Kabupaten Magetan ini, telah siap dengan berpakaian adat. Sebagian besar, berkebaya dan bersanggul.

Mereka berkumpul di halaman sekolah, kemudian dilanjutkan long march menuju gedung PPI di Jl Jaksa Agung Suprapto Magetan. Perjalanan dipandu oleh para guru, di jalan tengah kota Magetan pagi itu menjadi luar biasa, pasalnya ada perpaduan berbagai warna-warni pakaian mereka. Dalam perjalanan, mereka juga membagikan sekuntum bunga kepada para pengguna jalan yang kebetulan berhenti.

Dengan ekpresi yang luar biasa pula, mereka menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini. Namanya saja anak-anak, pasti tidak serapi dan sesempurna orang dewasa. Ada yang sanggul dan seweknya lepas lalu dipondong. Namun ternyata, mereka memahami siapa sosok Raden Ajeng Kartini, “Saya mengenal RA Kartini dari lagu Ibu Kita Kartini. Ibu Kartini adalah pahlawan perempuan kita,” kata Fina, salah satu siswi.

Kepala Madarasah MIN Tawanganom, Moch Nurrudin, berharap dengan acara ini para siswa-siswi lebih memahami semangat perjuangan Kartini terutama tentang persamaan hak antara pria dan wanita, “Secara tak langsung, siswa juga belajar tentang berbagai pakaian adat di negeri ini, dan melatih kepercayaan diri. Tidak hanya berani tampil di dalam, namun juga di luar. Yang terpenting kita tetap mengedepankan ciri khas keislaman,” ungkapnya, Sabtu (21/4).

Moch Nurrudin menambahkan, acara ini kerja bareng dengan para wali murid dari kelas 1 hingga kelas VI, “Para wali murid memberikan applaus dengan mendandani putera-puteri mereka dengan berbagai pakaian adat. Sekolah sendiri hanya menfasilitasi waktu,” tambahnya. Mon

Diberdayakan oleh Blogger.