Polres Madiun periksa seluruh senjata anggotanya

Madiun (ANTARA News) - Kepolisian Resor Madiun, Jawa Timur, memeriksa seluruh senjata api anggotanya pascakasus penembakan yang dilakukan anggota Polsek Bendo, Magetan, Briptu Andhika kepada M Fauzi.

Kapolres Madiun AKBP Irwan Anwar, Jumat, mengatakan bahwa pemeriksaan senjata api ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jatim saat telekonfrensi dengan seluruh kapolres dan jajaran.

"Sesuai dengan instruksi dari Kapolda, semua senjata api, baik dinas maupun pinjam-pakai, yang digunakan anggota polres dan seluruh polsek kami periksa. Hal ini dilakukan menyusul adanya penyalahgunaan senjata api oleh oknum polisi di Magetan," ujar dia.

Menurut dia, Setidaknya ada dua jenis senjata api yang digunakan anggota kepolisian, antara lain senjata api pendek jenis Revolver dan senjata api laras panjang.

"Hasil pemeriksaan diketahui jika kondisi senjata api maupun amunisi masih bagus. Selain itu, tidak ada proyektil atau peluru yang hilang karena setiap penggunaan peluru petugas bersangkutan wajib melaporkan hal tersebut," kata dia.

Ia menambahkan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat jika ada anggota polisi yang memegang senjata api namun memiliki emosi tinggi atau temperamental, bisa dilaporkan langsung ke polres atau polsek untuk segera ditindaklanjuti.

"Untuk memegang senjata api, seorang anggota harus mengikuti serangkaian tes. Dan tes tersebut juga dilakukan secara berkala setahun sekali. Jika masyarakat mengetahui ada polisi yang temperamental dan memegang senjata bisa langsung dilaporkan," tambahnya.

Sebelumnya, M Fauzi warga Jl Lawu, Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, ditemukan tewas dengan luka tembakan di kepala di Kafe 76 yang terdapat di wilayah setempat, Kamis (12/4) malam.

Berdasarkan keterangan dari saksi pemilik warung dekat kafe, bagian kepala korban terutama pelipis kiri tampak berdarah dan darah tersebut tercecer hingga melumuri lantai teras belakang kafe. Saat kejadian sekitar pukul 18.30 WIB, kafe tersebut belum buka. Kafe yang sekaligus tempat karaoke tersebut buka pada pukul 20.00 WIB.

Polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Pelaku sendiri telah diamankan di Mapolda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 
Diberdayakan oleh Blogger.