Tunjangan Profesi Pendidik Magetan Belum Turun

TPP Ngendon di BRI…ya itulah judul berita di radarmadiun. Hmm..kasihan guru-guru yang sudah nunggu TPP belum cair-cair. Langsung aja baca beritanya :
Kalangan guru bersertifikasi di Magetan resah. Utamanya yang menerima tunjangan profesi pendidik (TPP). Pasalnya, hingga kemarin (6/8), tunjangan tersebut belum dicairkan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Magetan. Saya sangat menyesalkan sikap BRI, ada apa ini? Padahal TPP guru di BNI sudah cair, BRI kok belum, malah terkesan mbulet, terang Thoyep Rantiono Ketua PGRI Magetan, kemarin.
Menurutnya, PGRI menerima banyak keluhan terkait permasalahan tersebut. Khususnya pencairan yang lewat BRI. Sedangkan TPP yang dicairkan lewat BNI tidak terkendala dan sudah ada feedback laporan ke Dinas Pendidikan.
Selain itu, Thoyep juga menyesalkan seringnya BRI meminta para guru penerima TPP itu untuk mengganti rekening. Bahkan ada satu guru yang sampai memiliki tiga rekening di BRI. Hanya gara-gara diminta membuka rekening baru supaya bisa cair. Dan semua ada administrasinya tiap bulan. Kalau rata-rata tiap rekening dikenai administrasi Rp 8000, jika tiga rekening kan sudah lumayan,paparnya.
Dari kondisi tersebut, Thoyep memberikan warning kepada BRI Magetan. Menurutnya, ketika saat ini BRI tengah menggembar-gemborkan pelayanan prima, justru pelayanan terhadap guru terkesan tidak siap. Kalau memang kurang siap, ya jangan mengajukan tender, biar tidak menyusahkan orang. Saya paling tidak senang jika ada orang atau lembaga membuat susah guru, tegasnya.
Thoyep juga mengancam, jika TPP tidak secara dicairkan, pihaknya akan mengadu ke Jakarta. Dengan harapan, ke depan, BRI tak lagi ditunjuk untuk mengurus TPP. Permasalahan ini sangat besar efeknya. Ketika TPP tidak bisa cair, tentu membawa permasalahan baru. Apalagi bulan-bulan ini banyak sekali kebutuhan yang harus dikeluarkan. Mulai seragam, biasa semesteran hingga keperluan Lebaran, ujar Thoyep.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, pihak BRI Magetan menyanggah jika belum menyelesaikan pembayaran TPP. Pasalnya, sejak Jumat (3/8) lalu tunjangan tersebut sudah mulai dibayarkan. Hanya saja, ada sedikit kendala, yakni data dari pihak Dinas Pendidikan yang diterima BRI tidak bisa langsung dimasukkan ke rekening guru bersangkutan. Dari data tersebut masih terdapat beberapa penerima TPP yang menggunakan rekening lama yang sudah mati atau tutup, kata sumber Koran ini di BRI Magetan.
Hasilnya, pihak BRI menegaskan harus mencocokkan data dari Dindik dengan nomor rekening penerima TPP. Sedangkan data guru penerima TPP melalui BRI sejumlah 3932 guru. (wka/eba)
(yogama)
Hmmm mana yang benar ya…
sumber : radarmadiun
Diberdayakan oleh Blogger.