178 Kantong Darah PMI Kabupaten Madiun Terinfeksi Penyakit

Magetan - Sepanjang bulan Januari hingga 2012 September ini petugas Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kabupaten Madiun telah menemukan 178 kantong darah yang terdeteksi terinfeksi berbagai jenis penyakit.

Kabag pelayanan, PMI cabang Kabupaten Madiun, Sri Sufitriani, mengatakan ke 178 kantong tersebut diantaranya terjangkit penyakit menular mulai sipilis, hiv, serta hepatitis A,B dan C. "Setelah kita tes elisa diasorin ternyata ada darah yang mengandung penyakit menular," ucapnya, Sabtu (6/10/2012).

Sri menambahkan, kantorng darah yang terindikasi tercemar penyakit menular tersebut langsung dimusnahkan. Namun untuk pemusnahan pihak PMI belum bisa melakukannya sendiri, jadi kantong-kantong darah yang tercemar tersebut dikirim ke RSUD dr Soedono Madiun. "Untuk memusnahkan sampah medis harus menggunakan alat khusus dan kita belum punya. Jadi untuk pemusnahnnya kita kirim ke RSUD dr Soedono yang memiliki alat pemusnah. Tapi pemusnahanya kita lakukan sebulan sekali sesuai dengan jadwal mereka," ungkap Sri Sufitriani.

Tidak sekedar memusnahkan darah, pihak PMI juga memberitahu pendonor untuk melakukan pengecekan lebih konkrit terkait penyakit yang dideritanya. Langkah itu dilakukan agar pendonor tersebut segera memperoleh penanganan penyakitnya. "Kita minta pendonor untuk memeriksakan kesehatannya. Namun identitasnya tetap kita rahasiakan," jelas Sri

Sementara itu dari data PMI cabang Kabupaten Madiun tergolong aman hingga akhir bulan. Untuk darah golongan A masih tersedia 53 kantong, B 91 kantong, darah 0 sebanyak 147 kantong dan AB 14 kantong. "Kami juga memiliki trombosit, baik golongan A, B, O maupun AB negatif yang tergolong langka," tandas Sri.

PMI Cabang Kabupaten Madiun sendiri tidak hanya untuk melayani di dua rumah sakit, RSUD Dolopo dan Caruban namun juga permintaan dari luar kota, seperti rumah sakit di Kota Madiun, Ngawi, Ponorogo, Magetan hingga Bojonegoro. "Kelengkapan alat membuat PMI Kabupaten Madiun menjadi jujugan daerah lain untuk meminta pelayanan darah," pungkas Sri.


Sumber : Beritajatim.com
 
Diberdayakan oleh Blogger.