30 Kelompok Tani Magetan Siap Hijaukan Lahan Gundul

Magetan - Upaya menanam di lahan kritis atau lahan kosong dan lahan tidak produktif di dalam dan di luar kawasan hutan dengan jenis tanaman hutan dan jenis tananman serba guna ( MPTS ) merupakan salah satu upaya pemulihan kondisi DAS ( Daerah Aliran Sungai) yang kritis. Upaya tersebut juga dapat memberikan hasil berupa kayu, getah, buah, daun, bunga, serat, pakan ternak, dan sebagainya.

Keinginan masyarakat untuk menanam tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna dalam berbagai upaya rehabilitasi hutan dan lahan, dibatasi oleh ketidakmampuan mereka untuk memperoleh bibit yang baik. Sehingga masyarakat cenderung menanam tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna dari biji atau benih asalan yang tidak jelas asal usulnya, sehingga tanaman tersebut memerlukan waktu yang lebih panjang untuk berproduksi dan apabila berproduksi kualitas dan kuantitas hasilnya kurang memuaskan.

Kebun bibit rakyat/ KBR merupakan program pemerintah untuk menyediakan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat, terutama di pedesaan. Bibit hasil kebun bibit rakyat digunakan untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis serta kegiatan penghijauan lingkungan.

Untuk Kabupaten Magetan sendiri, tahun 2012 ini sesuai dengan program dari Kementrian Kehutanan nomer P.17/ Menhut- II/ 2012, mendapatkan program KBR yang didapatkan dari anggaran pendapatan Belanja Negara/ APBN Pusat senilai 1, 5 Miliar diberikan ke 30 kelompok tani yang tersebar di tiap Kecamatan di Kabupaten Magetan dengan nilai perkelompok mendapatkan bantuan 50.000.000 Juta Rupiah, dengan target bibit perkelompok mendapatkan bibit sebanyak 40 ribu bibit.

Untuk tahap awal kebun bibit rakyat sendiri, menurut kepala bagian rehabilitasi dan bina produksi kehutanan Dinas Kehutanan Kabupaten Magetan, Sunarto, Mengatakan, saat ini ke 30 kelompok tani sudah mendapatkan  40 persen dana awal untuk pengolahan tempat persemaian dan pembuatan lahan, dana tersebut akan dicairkan 3 tahapan.setiap tahapan mereka akan memberikan laporan pekerjaannya, baru akan di cairkan dana tahap selanjutnya, seangkan untuk jenis bibit, mayoritas Kelompok tani lebih memilih bibit pohon jati, dengan berbagai alasan yang mendukungnya.

Dari pantauan Lintas Magetan di lapangan, ke 30 kelompok tani tersebut, sudah melakukan pembuatan Media persemaian di lahan yang telah mereka siapkan, sperti halnya kelompok tani desa Trosono Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang di ketuai oleh Supriono, Mereka telah menyiapkan media untuk tempat pembibitan pohon jatinya.
“Setelah minggu kemarin Dana Bantuan KBR tersebut turun 40 persen, kami langsung bernagkat Ke Ponorogo untuk membeli Paranet dan polibek serta kebutuhan lainnya termasuk pupuk , untuk persemaian Bibit jati nanti Mas, biar segera jadi dan turun tahap berikutnya, karena sesuai jadwal dan musimnya , diperkirakan nanti pada bulan januari bibit sudah siap di distribusikan ke anggota” jelasnya.

Ditambahkan Supri, dengan dimulainya program ini, mereka bersama – sama dengan kelompok Taninya, siap menghijaukan tanah garapannya. Seperti diketahui, kecamatan Parang adalah Kecamatan paling selatan di kabupaten Magetan, yang tesktur geografisnya tandus dan Kering, tanah dengan kondisi semacam itu sangat baik untuk tanaman sejenis jati.
Pihak Dinas Kehutanan Kabupaten Magetan, selaku pelaksana tehnis lapangan, memberikan acuan agar pengelolaan KBR ke depan bisa benar benar memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya kelompok tani penerima Program.  Hal tersebut dimaksud agar tujuan program Pemerintah bisa tercapai, yakni mensejahterakan rakyat, melalui program Kebun Bibit Rakyat. SUM

Diberdayakan oleh Blogger.