Pengusaha Makanan di Magetan Keluhkan Tingginya Harga Daging

MAGETAN--Sejumlah pemilik usaha makanan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mulai mengeluhkan tingginya harga daging sapi sebagai bahan baku usaha jualannya.

"Semakin hari harga daging sapi semakin tinggi. Hal ini otomatis berpengaruh pada usaha penjualan bakso saya yang menggunakan bahan baku daging," ujar salah satu pedagang bakso asal Kecamatan Panekan, Simin, Jumat.

Menurut dia, jika keadaan ini terus berlangsung, pihaknya terpaksa harus mengurangi jumlah belanjanya agar tetap bisa berjualan. Jika biasanya ia mampu membeli daging sapi hingga 50 kilogram per hari, kini hanya tinggal setengahnya saja.

Selain mengurangi jumlah pembelian daging sapi, Simin mengaku juga harus mengecilkan ukuran bulatan baksonya. Hal ini dilakukan agar ia bisa tetap bertahan.

"Kalau menaikkan harga jual bakso, saya takut malah baksonya tidak laku. Saya bisa dimarahi sama pelanggan. Alternatif satu-satunya adalah mengurangi ukuran bulatan bakso," ungkap dia.

Hal yang sama dikeluhkan oleh salah satu pemilik usaha warung makan di sekitar rumah sakit daerah Magetan, Anik. Ia terpaksa mengurangi ukuran irisan daging untuk masakan rawon akibat tingginya harga daging sapi.

"Biasanya diirisi kotak-kotak ukuran 4-5 centimeter, kini tinggal setengahnya saja. Kalau tidak disiasati seperti, malah rugi nantinya. Yang penting bisa tetap jualan," ucap Anik.

Sementara, pedagang daging sapi di Pasar Sayur Magetan, Miskun, mengatakan, akibat naiknya harga daging ini membuat transaksi daging sapi di pasar setempat menurun drastis.

"Harga daging sapi saat ini sudah mencapai Rp 90.000 perkilogram. Naik dari biasanya yang hanya berkisar Rp60.000 hingga Rp 75.000 perkilogram," ujar Miskun.

Menurut dia, kenaikan harga daging ini sudah terjadi sejak akhir Oktober lalu. Sejak saat itu, para pedagang daging sapi di pasar setempat mulai kesulitan berjualan.

Miskun mengaku, kalau harga normal, biasanya dalam sehari dia bisa menjual daging sebanyak satu ekor sapi. Namun sekarang ini, satu ekor sapi baru habis selama dua sampai tiga hari. Dia menduga, mahalnya harga daging di tingkat penjual daging atau peternak tersebut disebabkan tidak adanya sapi impor, sehingga stok menipis.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan Suwadi, membenarkan jika harga daging sapi di sejumlah pasar Magetan naik. Tingginya harga ini seiring dengan banyaknya permintaan sedangkan stok tetap.

"Selain itu, juga disebabkan karena kualitas daging sapi yang bagus sehingga harganya lebih mahal dari pada harga daging sapi di pasar tradisional wilayah lain," ujar Suwadi


Diberdayakan oleh Blogger.