Bagikan Kondom di Lokalisasi, Dinkes Magetan Diprotes Warga


Magetan - Aksi pembagian 3600 paket kondom Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan kepada para Pekerja Seks Komersial (PSK) di lokalisasi Mundusari mendapat protes keras dari warga.
Protes tersebut diungkapkan sejumlah warga sebab langkah Dinkes tersebut malah akan menyuburkan budaya seks di kawasan ini. Aksi bagi-bagi kondom ini juga dinilai bertentangan dengan program Pemrentah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang tengah menjalankan penutupan lokalisasi secara bertahap mulai hari ini (21/12/2012) di komples Bangunsari, Surabaya.
Terkait penutupan lokalisasi secara bertahap ini, Gubernur Jatim Soekarwo telah menerbitkan Surat Gubernur Nomor 460/16474/031/2010 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Prostitusi, serta Perdagangan Perempuan, tertanggal 30 November 2010.
“Gubernur kan sudah jelas mengatakan semua lokalisasi di Jatim harus ditutup. Termasuk Madusari ini. Tapi kok malah dikasih kondom. Ini namanya justru menuyuburkan budaya seks,” ujar Mohamad Zulkifli (35) warga Desa Malang, Kecamatan Maospati, Magetan ini, Jumat (21/12/2012).
Sementara, Lasri (40) salah satu penghuni lokalisasi mengungkapkan, pemberian kondom serta suntikan pencegah penularan HIV/AIDS  ini rutin dilakukan selama 3 bulan sekali.
“Ini sudah biasa Mas. Tiga bulan sekali kami dijatah kondom dan disuntik kesehatan. Katanya biar ngggak tertular HIV/AIDS. Tapi jarang tamu yang mau pakai kondom. Katanya ribet,” ungkap PSK asal Kabupateb Malang ini.
Di lain pihak, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit (Kasi P2) Dinkes Magetan Selamet mengelak ribuan kondom itu malah menyebabkan suburnya budaya seks.
“Memang benar ada rencana penutupan lokalisasi dari Gubernur. Tapi Madusari kan belum resmi ditutup. Pembagian kondom ini untuk pencegahan penularan HiV/AIDS,” katanya melalui pesan singkat.


Diberdayakan oleh Blogger.