Soerjadi Ajak Warga PSHT Jaga Persaudaraan

“Anggap Stiker Tak Penuhi Unsur Lambang Organisasi”

Magetan  – Munculnya pemberitaan yang menyudutkan organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terkait adanya stiker bergambar hati bersinar, disikapi dingin Ketua Cabang PSHT Magetan H.Soerjadi. Menurutnya, pembuat stiker tersebut memang awalnya sudah melayangkan izin melalui pesan singkat. Namun sebenarnya, menurut dia, terlepas dari izin atau tidaknya gambar tersebut muncul, gambar hati bersinar tidak bisa dikategorikan sebagai logo, symbol, atau atribut PSHT. Bahkan stiker tersebut jauh dari unsur memecah belah warga PSHT Magetan, yang santer diberitakan di media cetak terbitan Surabaya, awal pekan ini.
Justru sebaliknya, H.Soerjadi mengaku bahwa munculnya stiker tersebut seolah menjadi preseden positif. Bagaimana warga PSHT di Magetan, harus bisa selalu mawas diri, tidak mudah tersulut dan tetap mengedepankan persatuan. ‘’Awalnya memang sudah saya berikan edaran. Yang jelas, pilihan boleh berbeda, tapi persaudaraan harus tetap terjaga,’’ terang H.Soerjadi saat ditemui awal pekan ini.
Ditambahkan, stiker yang santer dikabarkan di satu surat kabar itu, tidak bisa dikatakan memuat simbol kebesaran PSHT. Menurutnya, simbol PSHT memiliki berbagai unsur, dan itu merupakan satu kesatuan utuh. Seperti harus berada dalam satu kotak hitam persegi panjang, gambar bunga teratai di bawah hati bersinar, dan beberapa simbol lain. “Semuanya unsur harus terpenuhi, baru bisa dikatakan sebagai logo PSHT resmi. Kalau hanya lambang seperti di stiker itu, itu tidak bisa dikatakan logo PSHT,” tegas mantan kepala sekolah ini.
Di sisi lain, Soerjadi berharap, dalam rangkaian Pilkada Magetan ini seluruh warga PSHT bisa menyikapi positif dan tidak mudah tersulut emosi. Utamanya, tidak bertindak sepihak, termasuk melancarkan manuver di surat kabar. “Warga PSHT itu kan ada yang awalnya jadi warga, kemudian menapaki karir politik, dan minta dukungan seluruh warga. Ada pula yang setelah berkarir di politik, kemudian masuk PSHT untuk mendekatkan diri dengan warga PSHT. Itu semua sah-sah saja (warga PSHT mengajak galang dukungan),” terangnya.
Soerjadi mengaku, meski dalam kondisi kurang enak badan, pihaknya sengaja menjawab manuver yang dilancarkan media terbitan Surabaya itu. Hal tersebut tak lain, sebagai upaya pihaknya untuk meluruskan pemahaman sebenarnya dari pemberitaan yang dianggap sudah melenceng tersebut.
Bahkan, ada kesan bahwa pemberitaan tersebut memang sengaja dibuat untuk memunculkan benih-benih perpecahan di antara warga PSHT Magetan. “Tidak ada unsur memecah belah dari stiker itu. Sengaja saya jawab resmi pemberitaan itu. Dan saya harapkan kejadian ini justru menjadi peringatan. Supaya semua warga PSHT selalu menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpancing emosi sesaat,” ungkap H.Soerjadi.
Memang, sejauh pengamatan MagetanKita, sejak awal sebelum kampanye, sudah ada beberapa poster atau banner yang memuat logo PSHT di beberapa ranting di Magetan. Yang menyatakan dukungannya terhadap salah satu kandidat calon bupati Magetan pada Pilkada 24 April mendatang. Entah mengapa, hal tersebut luput dari pemberitaan surat kabar terbitan Surabaya itu. Bahkan, terkesan ada upaya memecah persaudaraan warga PSHT Magetan dengan dimunculkannya isu stiker yang justru tak memenuhi unsur logo PSHT tersebut. (Mon)


Sumber : Magetankita.com
 
Diberdayakan oleh Blogger.