FALS Magetan Minta Kajari Dicopot

MAGETAN - Sebanyak 60 aktivis yang tergabung dalam Forum Aktivis Lintas Sektoral (FALS) Magetan mengelar aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan. Mereka menuntut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) mundur, karena dianggap "bermain-main" dengan sejumlah pejabat dan anggota DPRD yang terlibat kasus korupsi yang tengah ditangani.

"Kajari Magetan telah mengorbankan empat pejabat untuk dijadikan tersangka untuk melindungi tersangka korupsi sebenarnya yaitu Sekda (Abdul Aziz). Karena itu kami minta Kajari mundur, karena telah bermain-main dengan kasus yang ditangani,"kata Anam Ketua LSM Orang Indonesia (Oi) saat vberorasi didepn pintu masuk kantor Kejari Magetan, Senin (20/5/2013).

Aksi FALS yang dikoordinir Anam sebelum berunjuk rasa di depan gedung Kejari setempat, mendatangi gedung DPRD dan Kantor Bupati Magetan. Di gedung DPRD Magetan, mereka menuntut para wakil rakyat yang diduga terlibat kasus korupsi anggaran Kunjungan Kerja (Kunker) sebesar Rp 11 miliar mundur dari kursi yang terhormat.

"Ketua DPRD yang tidak terhormat, karena Anda diduga telah korupsi anggaran Kunker. Anda kami minta mundur. Kalau anda tidak mundur, anda tidak punya malu dan tidak punya harga diri karena telah berkianat dengan rakyat yang telah memilih,"seru Anam lewat pengeras suara yang dibawanya.

Aksi FALS itu di warnai bakar ban dan properti spanduk yang dibawanya, yang sempat digelar didepan DPRD dan Kantor Bupati. Spanduk dan poster itu diantaranya berbunyi, Kajari Harus Mundur karena bertele-tele tidak punya waktu target peyelesaian kasus KIR Bendo dan dana Kunjungan Kerja DPRD, Kejaksaan Jangan Ada Lobi-lobi suap dengan tersangka dan terduga korupsi.

Audit Perjalan Dinas DPRD dari 2009 - 2013., Sekda harus Mundur karena status Tersangka menodai Pemkab Magetan dan rakyat Magetan.,Perjelas status TIM 9 yang di legalkan Bupati apakah itu Tim Rampok Uang Negara, Sekwan dan Pimpinan DPRD harus mundur apabila terbukti terlibat Kunker fiktif., Somasi Kepada Gubernur Jawa Timur agar Menunda Pelantikan Bupati sampai tersangka kasus KIR ditahan semua.

Keinginan aktivis yang tergabung dalam FALS untuk menemui Kajari gagal, karena masih ada tugas dinas keluar daerah, aktivis dijanjikan Kasi Intelijen Kejari Anton Hardiman untuk dipertemukan dengan Kajari Selasa (21/5/2013).

Mendapat jawaban dari Kasi Inteleijen Anton Hardiman, koordinator FALS Anam terlihat emosi dan sempat mengumpat-umpat Kajari. "Dinas luar kota apa sedang deal-deal dengan tersangka korupsi, saya tidak percaya dengan Kajari. Karena itu Kajari harus dicopot," kata Anam dengan suara setengah berteriak.

Meski sempat nyaris terjadi aksi anarkis, karena pihak Kejari setempat menutup kedua pintu masuk ke gedung itu. Namun aksi unjukrasa memperingati Hari Kenagkitan Nasional yang diamankan puluhan personil Polres Magetan itu berakhir, relatif aman dan tertib.
 
 
Sumber : Tribunnews.com
 
MAGETAN-Sebanyak 60 aktivis yang tergabung dalam Forum Aktivis Lintas Sektoral (FALS) Magetan mengelar aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan. Mereka menuntut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) mundur, karena dianggap "bermain-main" dengan sejumlah pejabat dan anggota DPRD yang terlibat kasus korupsi yang tengah ditangani.

"Kajari Magetan telah mengorbankan empat pejabat untuk dijadikan tersangka untuk melindungi tersangka korupsi sebenarnya yaitu Sekda (Abdul Aziz). Karena itu kami minta Kajari mundur, karena telah bermain-main dengan kasus yang ditangani,"kata Anam Ketua LSM Orang Indonesia (Oi) saat vberorasi didepn pintu masuk kantor Kejari Magetan, Senin (20/5/2013).

Aksi FALS yang dikoordinir Anam sebelum berunjuk rasa di depan gedung Kejari setempat, mendatangi gedung DPRD dan Kantor Bupati Magetan. Di gedung DPRD Magetan, mereka menuntut para wakil rakyat yang diduga terlibat kasus korupsi anggaran Kunjungan Kerja (Kunker) sebesar Rp 11 miliar mundur dari kursi yang terhormat.

"Ketua DPRD yang tidak terhormat, karena Anda diduga telah korupsi anggaran Kunker. Anda kami minta mundur. Kalau anda tidak mundur, anda tidak punya malu dan tidak punya harga diri karena telah berkianat dengan rakyat yang telah memilih,"seru Anam lewat pengeras suara yang dibawanya.

Aksi FALS itu di warnai bakar ban dan properti spanduk yang dibawanya, yang sempat digelar didepan DPRD dan Kantor Bupati. Spanduk dan poster itu diantaranya berbunyi, Kajari Harus Mundur karena bertele-tele tidak punya waktu target peyelesaian kasus KIR Bendo dan dana Kunjungan Kerja DPRD, Kejaksaan Jangan Ada Lobi-lobi suap dengan tersangka dan terduga korupsi.

Audit Perjalan Dinas DPRD dari 2009 - 2013., Sekda harus Mundur karena status Tersangka menodai Pemkab Magetan dan rakyat Magetan.,Perjelas status TIM 9 yang di legalkan Bupati apakah itu Tim Rampok Uang Negara, Sekwan dan Pimpinan DPRD harus mundur apabila terbukti terlibat Kunker fiktif., Somasi Kepada Gubernur Jawa Timur agar Menunda Pelantikan Bupati sampai tersangka kasus KIR ditahan semua.

Keinginan aktivis yang tergabung dalam FALS untuk menemui Kajari gagal, karena masih ada tugas dinas keluar daerah, aktivis dijanjikan Kasi Intelijen Kejari Anton Hardiman untuk dipertemukan dengan Kajari Selasa (21/5/2013).

Mendapat jawaban dari Kasi Inteleijen Anton Hardiman, koordinator FALS Anam terlihat emosi dan sempat mengumpat-umpat Kajari. "Dinas luar kota apa sedang deal-deal dengan tersangka korupsi, saya tidak percaya dengan Kajari. Karena itu Kajari harus dicopot," kata Anam dengan suara setengah berteriak.

Meski sempat nyaris terjadi aksi anarkis, karena pihak Kejari setempat menutup kedua pintu masuk ke gedung itu. Namun aksi unjukrasa memperingati Hari Kenagkitan Nasional yang diamankan puluhan personil Polres Magetan itu berakhir, relatif aman dan tertib. - See more at: http://surabaya.tribunnews.com/2013/05/20/fals-magetan-minta-kajari-dicopot#sthash.SyFMvD4v.JU1hLVBQ.dpuf
Diberdayakan oleh Blogger.