Peran Guru SD Dalam Membentuk Karakter Anak Didik

Oleh : Rr Endah Hari Astuti, SPd. Guru SDN Plumpung 1 Kec Plaosan.

Profesi guru dipandang sangat mulia dan terhormat. Sebab hanya gurulah yang dipandang mampu  mencerdaskan anak didik. Tidak hanya mampu dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam pembentukkan ahklak mental maupun moral anak. Singkatnya, dari peran gurulah anak anak kita bisa dilihat bagaimana sifat, kelakuan atau kepribadiannya. Jadi, guru memiliki tanggung jawab sebagai salah satu pembentuk karakter generasi penerus.  Peran guru mempunyai andil yang besar. Pengaruh seorang guru terhadap anak didiknya bisa jadi lebih besar daripada pengaruh orang tuanya sendiri. Dalam kehidupansehari hari, kadang kita sering melihat seorang anak, ketika diperintah oleh orangtuanya tidak mau mengerjakan. Tetapi ketika diperintah oleh gurunya dia mau mengerjakan. Meski hanya kasuistik, tapi dari situ bisa terlihat bahwa pengaruh guru terhadap siswa sangatlah besar. Termasuk dalam proses pembentukan karakternya. Seperti ungkapan yang sudah biasa kita dengar. “Guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari “. Tingkatan sekolah yang ada dinegeri ini mulai SD, SMP dan SMA  telah dibentuk  untuk mendapatkan pengetahuan yang cukup sebagai bekal hidup. Selama kurang lebih 7 jam per hari di sekolah siswa mendapatkan berbagai ilmu dari guru. Selama proses belajar mengajar itu, diharapkan karakter siswa mulai  terbentuk. Baik melalui proses belajar mengajar maupun interaksi sosial diantara mereka. Walaupun sebebnarnya dari sekian waktu interaksi tersebut yang terjadi adalah proses transfer ilmu pengetahuan. Bukan pada proses pembentukan karakter yang utuh. Waktu yang ada hanya untuk menghabiskan target kurikulum pelajaran. Sehingga akibatnya ikatan emosional antara guru dengan anak didik terasa hambar. Bahkan, kesan ikatan yang tercipta hanya seperti memberi dan menerima. Perjalanan waktu yang dilalui seorang anak berpengaruh yang sama dengan lingkungan sekolah terhadap karakternya. Sementara kita ketahui bersama  bahwa pengaruh lingkungan luar sekolah saat ini memiliki sumbangan yang relatif kurang baik. Untuk pembentukan karakter anak. Perilaku atau gaya hidup remaja sekarang cenderung bebas. Bahkan sudah keluar dari jalurnya sebagai remaja. Jika hal ini tidak ada langkah pencegahan dini di dunia pendidikan, maka pendidikan kita hanya akan menghasilkan siswa yang pintar. Tetapi tidak berkarakter sebagai seorang yang terdidik. Semua orang, apalagi orang tua, akan lebih senang melihat anak yang berakhlak baik, sopan, tidak sombong dan menghormati terhadap orang yang lebih tua. Oleh sebab itu maka kita tentu sepakat bahwa tugas pendidikan juga membentuk karakter kepribadian anak. Tidak hanya pandai akademis, tetapi juga akhlak, mental atau moralnya. Lalu, apa yang harus dilakukan oleh guru ?. Membentuk karakter tidak perlu membutuhkan teori yang berlebihan. Tetapi yang lebih pada praktik di dalam kehidupan sehari-hari. Guru lebih dituntut untuk memberikan praktik dan contoh yang baik terhadap siswa. Guru adalah seorang motivator sekaligus menjadi seorang contoh bagi siswanya. Dalam menjalankan peran ini,guru harus punya modal. Seperti,  kepribadiannya. Menjadi guru yang berkepribadian baik, santun, serta mengembangkan sifat terpuji. Sehingga anak didik bisa melihat langsung dari guru. Bagaimana seseorang itu harus bersikap. Lalu modal kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi. Guru harus berhasil membangun komunikasi yang baik dengan siswanya. Tanpa menghilangkan tugas pokok dan fungsinya masing masing. Hal ini tentunya sudah menjadi kewajiban bagi setiap guru. Guna meningkatkan motivasi dalam belajar. Memberikan cara cara  belajar mengajar yang tidak menekan dan memaksa.  Sebaliknya juga tegas memberi sanksi jika si murid melakukan kesalahan. Dan yang terpenting tidak ada unsur kekerasan fisik maupun psikis terhadap siswa.Selanjutnya, guru juga harus bisa membimbing dan memberikan penyuluhan. Atau fungsi BK. 

Fungsi BK jangan sampai justru menakutkan siswa. Sehingga justru siswa menjauhi guru BK karena merasa takut atau minder jika berhadapan dengan  guru BK. Kemampuan  bimbingan dan penyuluhan seharusnya dimiliki oleh setiap guru, tidak hanya guru BK. Karena siswa lebih merasa nyaman dengan salah satu guru dari pada guru yang lain. Jika ada siswa yang ingin bimbingan maka guru harus membimbing siswa tersebut. Kemudian modal ‘bebas berkreasi” juga dibutuhkan. Dengan kebebasan berkreasi, guru diharapkan dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, kreatif, dan inovatif. Sehingga tidak muncul kebosanan dalam belajar. Alhasil, potensi siswa dapat berkembang secara maksimal.Dengan karakter positif yang dicontohkan guru, diharapkan tidak ada pelanggaran disiplin lagi, siswa berperilaku baik,  percaya diri, dan tidak sombong. Disisi lain, selain modal yang harus dimiliki guru, situasi dan kondisi belajar mengajar juga harus diperhatikan. Diperlukan sikap fleksibel dalam mengajar. Adanya perhatian dan kepekaan terhadap keperluan siswa. Memberikan kemudahan dalam cara belajar . mampu mengendalikan emosi. Bersikap dan bertutur kata yang baik. Menggunakan bahasa bahasa yang baik dan mudah dimengerti siswa. Berbicara peran guru dalam pembentukan karakter anak didik, peran guru SD justru lebih besar pengaruhnya. Tentu hal ini tidak mengesampingkan peran guru pada level selanjutnya. Sebab sebagai guru di tingkat dasar, membutuhkan kemampuan, modal dan semangat yang luar biasa. Karena guru SD dituntut mampu memberikan dasar yang kuat untuk tahapan selanjutnya. Jika ditingkat dasar saja sudah tidak punya dasar, maka tahap lanjutannya tentu tidak bias dibangun. Guru SD harus mampu membangun karakter seorang siswa yang ideal. Yakni pintar, cerdas, berbudi pekerti luhur dan sebagainya. .Menjadi guru SD tidaklah semudah yang kita bayangkan. Karena SD merupakan pondasi terciptanya karakter dari setiap anak didik.  Di SD lah anak pertama kali mengenal yang namanya pendidikan. Menjadi guru SD, harus bisa membaca situasi dan kondisi. Jangan terbiasa memarahi. Karena dengan tindakan tersebut justru akan membuat anak menjadi ‘down’ dan merasa ketakutan. Guru SD harus kreatif dan inovatif dalam mencairkan suasana, agar anak didik merasa senang, nyaman dan tidak merasa bosan. Terpenting juga harus diajarkan dengan nilai-nilai Pancasila secara sederhana mungkin. Karena, nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara itu sangat penting dan harus diamalkan oleh setiap anak didik. Kelak  nantinya, anak didik mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi. Oleh karena itu seorang guru SD harus memiliki kelebihan, baik itu kepribadian, akhlak yang baik, spiritual, pengetahuan dan juga keterampilan. Serta sikap profesionalisme tinggi.  Peran guru bukan hanya sekedar memberikan pelajaran setiap harinya. Namun, seorang guru juga harus memiliki andil dalam membentuk karakter setiap anak didik. Guru harus menjadi orang tua kedua saat berada di sekolah. Guru merupakan model bagi anak didiknya. Guru SD merupakan satu pilar penentu keberhasilan pendidikan karakter.


Diberdayakan oleh Blogger.