Warga Mojopurno Tuntut Penutupan Pembuangan Limbah

MOJOPURNO - Resah dengan bau limbah yang menyengat, puluhan warga Dukuh Tugu, Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo lurug kantor desa setempat, Senin (11/11). Pasalnya bau limbah hasil pengolahan Sentra Penyamakan Kulit (SPK) di desa mereka sudah tidak bisa ditoleransi. Warga meminta Pemerintah Desa Mojopurno segera mengambil langkah tegas guna menyikapi keluhan masyarakat tersebut.

Informasi yang dihimpun beritamagetan.com, puncak kemarahan warga sudah mencapai klimak. Hal itu disebabkan laporan warga tentang bau yang mencemari sungai mereka tidak ada langkah tegas dari pemerintah desa. Sebelumnya warga sudah mengadu sebanyak 3 kali terkait masalah yang sama. Namun hingga saat ini, warga belum mendapat tanggapan yang serius.

Dani Aditya, ketua kelompok masyarakat korban limbah kulit (Kemaskaliku) mengatakan, warga sudah cukup sabar menunggu keputusan desa guna penyelesaian masalah ini. Pihaknya meminta supaya saluran pembuangan limbah yang mengalir ke sungai segera ditutup. “Kami memberikan waktu 1x24 jam kepada pemdes untuk menutup saluran pembuangan limbah tersebut. Apabila dalam waktu yang sudah ditentukan tidak ada tindakan, kami akan bertindak sendiri untuk menutupnya,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Santoso, warga dukuh Tugu yang terkena dampak pembuangan limbah penyamakan kulit. Dirinya kecewa terhadap pemerintah desa yang dianggap kurang tegas. “Bau busuk dan nyamuknya bikin orang tidak kuat. Bahkan ada warga yang kebunnya hilang akibat tergerus limbah sungai tersebut. Sudah beberapa kali berunding dengan pihak desa, tapi mereka hanya janjinya saja,” ujarnya.

Sementara itu, Sukar, Kepala Desa Mojopurno mengaku tidak bisa berbuat banyak terkait tuntutan warganya.  Hal itu dikarenakan belum ada peraturan desa terkait penanganan limbah penyamakan kulit. “Perdes yang mengatur pembuangan limbah belum ada. Takutnya kalau pengusaha kulit kami larang, akan muncul masalah baru. Nanti malam akan kami kumpulkan para pengusaha kulit yang berada di Mojopurno guna membahas masalah ini,” jelasnya dihadapan warga. (RUD)
Diberdayakan oleh Blogger.