Pelayanan Tidak Maksimal, Warga Lurug Kantor Kelurahan

PLAOSAN – Puluhan warga Desa/Kecamatan Plaosan lurug kantor Kelurahan setempat lantaran minimnya pelayanan, Senin (13/1). Warga kecewa karena sejak dua bulan terahir, lurah Plaosan Dandung Wijarko sulit dimintai tanda tangan. Warga juga menilai lurah tidak professional dalam menjalankan tugasnya.

Hal itu disampaikan Parno, warga Dukuh Duwet, Desa Plaosan mengatakan, minimnya pelayanan di kelurahnnya karena ada kepentingan pribadi. “Lurahnya sulit dimintai tanda tangan. Saat dimintai tanda tangan, lurah juga meminta warga untuk memilih istrinya yang maju caleg,” ujarnya usai melurug kantor kelurahan, Senin (3/1).

Jika tidak mau memilih, Lanjut Parno, maka masyarakat yang datang untuk minta tanda tangan tidak akan dilayani. Hal itu terjadi ketika mengurus semua berkas seperti proposal, Kartu Tanda Penduduk, Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga. “Kalau tidak mau milih istrinya yang maju caleg itu, ya gak dapat tanda tangan,” tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Dandung Wijanarko, Lurah Plaosan seakan takut untuk menjawabnya. Lurah sempat menyita peralatan wartawan seperti perekam dan kamera milik wartawan. “HP dan kameran dimatikan aja semua, saya baru mau ngomong. Tinggal saja disini (ruangan lurah-red),” ucapnya seraya mengajak media yang meliput untuk keluar ruangan.

Terkait masalah minimnya pelayanan, Dandung menampik hal tersebut. Dirinya mengatakan, pelayanan di kantornya sudah maksimal. Memang ada salah satu proposal yang dirinya tidak mau menandatangani lantaran dinilai tidak prosedural. “Memang ada proposal yang tidak saya tanda tangani lantaran proposal itu tidak melibatkan perangkat desa setempat,” ujarnya.

Kalau untuk berkas lainnya, lanjut Dandung dirinya selalu menandatanganinya. Dirinya mengaku tidak pernah mempersulit masyarakat untuk mengurus berkas mereka. “Kalau untuk berkas lainnya, saya tidak pernah mempersulit. Semua saya tanda tangani,” tuturnya sembari memanggil sekretarisnya untuk meyakinkan wartawan. “Kalau tidak percaya, Tanya sama bu carik. Bagaimana pelayanan disini,” tandansnya.

Saat ditanya terkait ajakan kepada warga yang minta tanda tangan untuk memilih istrinya yang maju caleg, dirinya tidak mengelak. Hal itu dianggapnya sebagai guyonan belaka. Tapi dirinya tetap menandatangani berkas para warga. “Kalau masalah ajakan itu kan saya Cuma guyonan saja. Mereka nantinya mau milih siapa saya juga tidak tau,” kilahnya. (RUD)
Diberdayakan oleh Blogger.