Strobery Tak Berbuah, Petani Merugi

PLAOSAN – Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2014 banyak dimanfaatkan warga untuk berlibur. Pun, objek wisata Sarangan banyak menjadi tujuan warga Magetan dan sekitarnya. Namun, libur panjang tersebut dirasa kurang tepat bagi para petani strobery dikawasan wisata tersebut. Pasalnya, saat banyak wisatawan yang berkunjung, buah strobery milik mereka tidak berbuah. 

Tak berbuahnya strobery milik petani ini diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur Magetan setiap hari. Akibatnya, mereka harus merugi lantaran menolak wisatawan yang hendak membeli strobery. “Setiap hari hujan terus. Stroberynya tidak berbuah semua,” jelas Parti, petani setrobery saat dikonfirmasi, Senin (6/1).

Lanjut Parti, biasanya wisatawan yang datang kesini mereka ingin memetik buah strobery sendiri. Tapi karena hanya tinggal daun, mereka hanya sekedar foto di kebun. “Kebanyakan mereka hanya foto di kebun strobery ini. Banyak yang kecewa,” tuturnya diselala merapikan tanaman stroberynya.

Untuk menyiasati kerugian tersebut, Parti memilih membeli strobery dari Kota Solo, Jawa Tengah. Strobery tersebut dijual lagi di depan kebunnya yang menjadi wisata baru di kota Magetan tersebut. “Terpaksa beli strobery dari Solo untuk saya jual lagi,” jelas perempuan asal Dusun Gupakan, Kecamatan Plaosan ini.

Sementara itu, Riska, wisatawan asal Semarang mengaku kecewa. Selain bertujuan wisata di Sarangan, dirinya juga ingin mencoba wisata strobery petik sendiri tersebut. “Sudah jauh-jauh kesini, malah tinggal daunnya saja,” keluhnya saat berfoto dikebun strobery milik Parti. (RUD)

Diberdayakan oleh Blogger.