Hujan Lebat, Jalur Parang-Lembeyan Nyaris Lumpuh

Parang – Hujan deras yang melanda Magetan Jumat (21/2) siang, tampaknya menjadi sarana untuk ‘bersih-bersih’ sisa abu erupsi Gunung Kelud. Meski begitu, hujan siang itu rupanya cukup lebat di kawasan Magetan selatan. Bahkan, jalur Parang-Lembeyan atau arah menuju Kabupaten Ponorogo, nyaris lumpuh.

Itu setelah, sebuah pohon waru cukup besar, roboh dan menutup badan jalan, tepatnya sekitar seratus meter sisi timur perempatan Parang. Kendati begitu, masyarakat setempat langsung tanggap atas kondisi tersebut. Meski kondisi hujan cukup lebat, mereka berbekal peralatan seadanya untuk memotong ranting-ranting pohon waru tersebut. ‘’Kami cuma pakai gergaji dan pemotong seadanya. Yang penting jalur Parang-Lembeyan tidak lumpuh terlalu lama,’’ ucap salah seorang warga setempat.

Menurutnya, pohon tersebut roboh saat salat Jumat siang kemarin. Namun, pohon yang berusia belasan tahun itu, tidak langsung ambruk ke jalan. Sebab, ada sebuah kabel telepon yang sempat menghalangi. Sehingga, posisi badan pohon menjadi menggantung. Tetapi, lebatnya daun dan ranting yang ada, membuat pohon waru itu menutup seluruh badan jalan. ‘’Kami langsung tanggap untuk memotong sejumlah rantingnya. Kalau kabelnya, kami tidak bisa berbuat banyak,’’ tuturnya.

Verdian Dimas, salah seorang pengguna jalan tersebut mengaku bahwa dirinya sempat menunggu beberapa saat, untuk bisa kembali melanjutkan perjalanan. Pria asal Selosari Magetan ini, rencananya akan melakukan perjalanan menuju Ponorogo. ‘’Ya sempat menunggu sebentar. Tapi syukur, bisa lewat karena masyarakat Parang kompak bekerjabakti meski hujan cukup lebat,’’ tegasnya.

Ditambahkan dia, sepanjang perjalanannya dari Magetan, hujan memang cukup lebat. Bahkan, jalur Ngariboyo-Parang, kata dia, kondisinya sangat membahayakan pengguna jalan. Selain kondisi jalur yang curam dan kondisi aspal yang compang-camping, banjir juga datang menutup setiap tikungan yang ada di jalur tersebut. ‘’Banjirnya kemungkinan dari tanah lempung yang berada di daerah yang agak atas. Karena warna air banjirnya itu cokelat kental,’’ terangnya.

Dia berharap, kondisi tersebut segera disikapi Pemkab Magetan. Sebab, ketika cuaca terang saja jalur tersebut cukup membahayakan karena aspal yang sudah rusak, ketika hujan deras, tingkat bahaya menjadi berkali-kali lipat. ‘’Semoga ada langkah cepat dari pemerintah. Karena jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan muncul korban, utamanya saat hujan seperti ini,’’ pungkas pria 30 tahun tersebut. (RUD)


Diberdayakan oleh Blogger.