Air Telaga Sarangan Mengering, Ratusan Hotel Merugi

Sarangan - Ratusan hotel yang ada di sekitar Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan saat ini merugi. Pasalnya, air telaga di destinasti wisata utama Kabupaten Magetan makin hari semakin menyusut. Tercatat, sejak bulan Mei kemarin, penyusutan air hingga kini sudah mencapai 5 meter. Bahkan bebatuan yang berada di dasar telaga sudah mulai nampak.

Sutrisno, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) cabang Magetan mengatakan, akibat air telaga yang terancam mengering ini, 100 anggotanya yang terdiri dari 90 penginapan dan 10 diantaranya adalah hotel kelas melati menjadi merugi akibat kondisi ini. Hal itu lantaran sejak air telaga menyusut, jumlah tamu yang menginap semakin menurun. ‘’Usaha kita diunjung tanduk bila kondisi ini terus berlanjut. Dalam satu bulan ini sudah tidak ada tamu menginap. Jumlah tamu turun drastic,’’ jelas Pemilik Hotel Sedap Malam ini.

Sutrisno menambahkan, bahkan saat ini penurunan tamu hingga mencapai 50 persen. Bila biasanya dirinya bisa meraup keuntungan hingga Rp. 3 juta, kini dirinya hanya bisa mengantongi Rp 1,5 juta saja. ‘’Penurunan jumlah tamu bisa sampai 50 persen, Sekarang mulai sepi,’’tambahnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disparbudpora Magetan Kuswinardi mengungkapkan, selain akibat musim kemarau yang melanda sejak 5 bulan terahir, susutnya ait Telaga Sarangan di perparah akibat ulah PG Rejosari yang berada di Kecamatan Kawedanan. Pasalnya, Pabrik Gula tersebut yang mengambil air untuk proses buka giling dari Telaga Sarangan. Air yang di hasilkan dari sumber  Sarangan  hanya  250 M3 perharinya. Sedangan air yang dipergunakan  PG Rejosari hingga 500 M3 per harinya. ‘’Ini akibat proses buka giling PG Rejo Sari. Sumbernya cuma 250 m3 dan diambil 500 m3 tiap harinya. Bagaimana tidak cepat kering,” ujarnya.

Kuswinardi mengungkapkan, kondisi ini juga berdampak pada penyusutan sektor kunjungan wisata. Bila dalam sebulan bisa mencapai 3000 kunjungan, kini tinggal 2.500 kunjungan, atau menurun 5 persen. ‘’Untuk dampak para pengunjung mengalami penurunan. Saat ini jumlah kunjungan menurun 5 persen dalam kurun waktu satu bulan,” ungkapnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak PG Rejosari Kawedanan belum bisa dikonfirmasi. (roh/rud)
Diberdayakan oleh Blogger.