Karena Masih Menjalankan Ritual, 18 Pendaki Ogah di Evakuasi

Cemoro Sewu - Sebanyak 18 pendaki asal Kabupaten Karanganyar yang masih berada di puncak Gunung Lawu menolak untuk dievakuasi tim SAR. Hal itu lantaran mereka masih melakukan ritual (bersemedi.red) di puncak Gunung Lawu. Padahal, sejak Selasa, (20/10/2015), kobaran api di puncak Lawu makin membersar. 

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, tercatat sejak Selasa (20/10/2015) pukul 18.00 WIB, kobaran api kian membesar  di pos 3 dan pos 2 jalur pendakian Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan,Jawa Timur. 

Sedangkan pada Rabu, (21/10/2015) pukul 07.00 WIB, arah api mulai menyasar Pos 1 yang berjarak 2 KM dari pintu masuk Cemoro Sewu. Api terus menyasar ke bagian Barat Gunung Lawu tepatnya ke Jalur Cemoro Kandang Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Wisnu , kordinator tim BPBD Magetan yang berada di Puncak Lawu mengatakan, 18 pendaki yang berangkat sejak Sabtu, (17/10/2015) lalu, hingga kini masih bertahan di kawasan Hargo Dalem . Mereka menolak di evakuasi tim SAR lantaran masih melakukan ritual di kawasan tersebut. ‘’Masih ada 18 pendaki lagi di puncak Lawu. Mereka menolak di evakuasi tim SAR karena masih menjalankan lelakon. Sedangkan untuk kondisi api sudah sampai pos 1. Api juga makin membesar dengan hembusan angin yang cukup kencang,” ujar Wisnu.

Wisnu menambahkan, jika sampai pukul 16.00 WIB para pendaki ini tidak mau turun, maka dua tim SAR yang kini telah berada di puncak Lawu akan melakukan evakuasi paksa. Proses evakuasi akan dilakukan melalui jalur Cemoro Kandang. Hal itu mengingat kondisi Api yang tidak bersahabat. ‘’Sudah ada 2 tim kami diatas. Kalau sampai sore tidak turun, besok kita evakuasi paksa,melalui Cemoro Kandang,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim evakuasi yang terdiri dari gabungan BNBP, BASARNAS, Perhutani, BPBD Magetan, TNI dan Polres serta AGL, masih berjaga jaga di base camp Cemoro Sewu Kabupaten Magetan. (roh/rud)

Diberdayakan oleh Blogger.