Protes Limbah Tetes, Dua Desa di Kecamatan Bendo Surati Bupati

Bendo - Kembali beroprasinya penampungan limbah tetes di wilayah Kecamatan Bendo sejak dua bulan terakhir, mengundang protes keras dari warga di dua desa yang terdampak limbah cair milik Rudin Supriyanto (33), warga jalan raya Ngawi-Maospati, Desa Malang Kecamatan Maospati.

Bahkan, warga Dukuh Senen, Desa Pingkuk dan warga Dukuh Jatisari Desa Belotan, Kecamatan Bendo langsung mengirim surat kepada Bupati Magetan Sumantri. Isi surat tersebut berisi tentang keberatan terhadap pengoprasian kembali penampungan limbah tetes yang berada di areal persawahan Rt 3 RW 1 Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo tersebut.

Tidak hanya kepada bupati saja, warga juga menyurati Disperindag, Dinkes, Polres dan DPRD Magetan. Dalam surat yang tersebut, warga juga melampirkan surat pernyataan kesepakatan penolalakan aktifitas penimbunan limbah. Surat tersebut di tandatangani 45  warga  dua desa terdampak. Sebelumnya, surat pernyataan penghentian aktifitas serupa pernah ditandangani pengusaha pupuk  Rudin Supriyanto pada 28 April 2005 lalu. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Magetan, Rahmat Edy membenarkan surat yang mampir ke mejanya pada, Kamis, (15/10/2015) lalu. Rahmat Edy mengatakan, warga dua desa terdampak limbah tetes mengeluhkan bau busuk yang timbul akibat aktifitas penimbunan limbah cair tersebut. Namun pihaknya mengaku belum bisa mengambil langkah apa pun, lantaran pihaknya masih menunggu disposisi dari Bupati Magetan. ‘’Kemarin memang ada surat keluhan dari warga Desa Pingkuk dan Belotan. Intinya mereka protes dengan penampungan limbah tetes di wilayah mereka yang, pada 2005 lalu sempat ditutup,” ujar Edy.

Senada dengan Edy, Sekdin Dinkes Magetan Fury Kartini mengaku telah menerjunkan tim Dinas Kesehatan Magetan untuk mengecek langsung lokasi limbah cair itu. Selanjutnya untuk melakukan penelitian terkait dampak buruk akibat paparan limbah tetes tersebut. ‘’Tadi sudah di disposisi oleh Plt. Kepala Dinas Ehud Alawy untuk ngecek lapangan dan melihat dampak negatif yang muncul dari limbah tersebut,” ungkap Fury.

Hingga berita ini diturunkan, 4 orang dari Dinas Kesehatan Magetan masik melakukan pengecekan terhadap dampak limbah tetes tersebut. (roh/rud)
Diberdayakan oleh Blogger.