Empat Remaja Purwosari Babak Belur Akibat Aksi Anarkhis Darto Dan Aris

Magetan - Dua orang pemuda Desa Purwosari, Kecamatan Magetan, Aris (30), dan Sudarto alias lempek (33), tega menganiaya teman sekampungnya hingga babak belur.

Kejadian tersebut terjadi pada tengah malam sekitar pukul 24.00 Wib Kamis, (26/11/2015) di depan warung milik Parno, sebelah Timur Pasar Jengglong, Desa Purwosari, Magetan.


Kejadian bermula saat keempat remaja yakni, Dian Pratama (26), Anggit Mahfud Ansori (24), Supri (15) dan Sulis (23), keempatnya yakni warga Rt 01/Rw 02 Dukuh Turus, Purwosari sedang nongkrong di sebuah warung di desa setempat. 

Tak berselang lama, terdengar suara gemuruh dari dari ruko sebelah warung. Penasaran dengan suara tersebut, Sulis berlari menghampiri Aris untuk bertanya tentang suara itu. Tanpa dijawab, Aris langsung menghajar Sulis, dan teman-temannya. '' Saya sempat bertanya ada apa kepada meraka (Aris dan Sudarto, red), tapi selang beberapa detik saja saya langsung di hajar bergantian dengan Darto. Selain saya, teman- teman juga ikut dihajarnya.” Terang Sulis, salah satu korban.

Hal senada diakui Anggit, yang turut menjadi korban penganiayaan. Hingga kini, ketiga korban sudah bisa melakukan aktifitas lagi. Namun luka paling parah dialami oleh Dian. ''Hidung saya masih sangat sakit dan mata saya juga masih lebam. Namun tak separah  yang dialami Dian mas.” Jelas Anggit kepada Lintasmagetan.com.

Melihat kondisi anaknya mengalami luka sangat serius, Paing (49), orang tua Dian, malam itu juga pukul 02.00 Wib langsung melaporkannya ke Polres Magetan. ''Saya kaget, Dian pulang ke rumah dengan mulut dan hidung berdarah. Selain itu, mukanya lebam. Dian menceritakan kajadiannya dan saya langsung menuju ke lokasi kajadian, habis itu langsung melaporkannya ke Polres Magetan,” terang Paing.


Informasi yang dihimpun Lintasmagetan.com, dari hasil Rongent Dian, ada bekas luka retak dibagian pangkal hidung bagian atas. Selain itu, mata Dian masih terlihat sangat lebam, terutama mata bagian kiri sampai saat ini belum bisa melihat. ''Sampai saat ini masih sering pusing. Mata saya yang sebelah kiri, belum bisa melihat,'' jelas Dian sambil terbaring di tempat tidur, Jum'at, (27/11/2015)

Sementara itu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini Aris dan Darto harus berurusan dengan pihak kepolisian. Informasi dari kakak ipar Dian, Darto sudah berhasil diamankan malam itu juga, sedangkan Aris saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang(DPO). (mk/rud)




Diberdayakan oleh Blogger.