Depresi, Janda Satu Anak Bunuh Diri Terjun Ke Sumur

Maospati - Keheningan jalan Himalaya, Rt 19/Rw 01 Kelurahan/Kecamatan Maospati berubah gempar paska teriakan warga setempat yang menemukan mayat Suwarni (50) janda satu anak didasar sumur,Senin (14/12) malam.Sontak warga tumpah ruah dirumah korban dan melihat kedasar sumur sedalam 15 meter tersebut.

Saat ditemukan jasad Suwarni masih mengenakan baju komplit yakni kaos warna kuning serta rok batik kombinasi putih dan kuning.Jenasah Suwarni pertama kali ditemukan oleh Taslimah (37) tetangga korban yang bermaksut hendak memberi makanan kepada korban.

Saksi yang curiga dengan kondisi rumah korban yang masih gelap padahal sudah malam,selanjutnya saksi mencari kedapur sambil memanggil- manggil nama korban.Korban curiga dengan sobekan kain warna kuning tersangkut dibambu tutup sumur.Saat dilihat kedasar sumur,mayat korban telah mengapung." Saya kaget korban sudah didalam sumur."Kata Taslimah kepada wartawan.Senin (14/12).

Informasi yang dihimpun dilokasi kejadian,Korban diduga bunuh diri terjun kedasar sumur karena depresi dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh.Sejak setahun terakhir korban hanya mampu berjalan tertatih-tatih.Dugaan korban sengaja terjun kedasar sumur menguat dari pengakuan kakak kandung korban, Suwarti (60).

Suwarti mengaku memiliki firasat buruk tentang adiknya yang selalu mengeluh jika sakitnya tidak kunjung sembuh.merasa kawatir dengan adiknya, Suwarti menutup sumur dan menyingkirkan benda tajam dirumah. "Saya tutup sumur dengan asbes dan genteng, karena  firasat saya tidak baik. Ternyata benar firasat itu, adik saya pilih jalan tersebut," Ujar Suwarti.

Diketahui, Setelah berpisah dengan suaminya, korban hidup sebatang kara, Anak perempuan semata wayangnya bernama Lilis kerja di Jakarta.

Kapolsek Maospati, AKP Basuki,mengatakan, diduga korban tewas akibat terpeleset saat hendak ke kamar mandi hingga masuk kedasar sumur.Pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut."Kemungkinan terpeleset dan masuk sumur."Kata Basuki.

Sementara itu, keluarga korban menolak jasad Suwarni diotopsi oleh tim medis."Seluruh keluarga sudah iklas.Biar langsung kami kuburkan saja." Ujar Suwarti kepada Petugas Polsek Maospati.(roh/mk)
Diberdayakan oleh Blogger.