Ratusan Pelanggan Kabur, Dewan Tegur PDAM

Magetan - Komisi C DPRD Magetan marah besar. Pasalnya sejak tahun 2013 lalu, ratusan pelanggan PDAM Magetan banyak yang meninggalkan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Magetan itu.

Bahkan saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di sejumlah lokasi sumber mata air milik PDAM Magetan, kalangan legislatif ini langsung menegur Direksi PDAM tersebut.

Dari data PDAM Magetan, sejak tahun 2013 lalu, lebih dari 200  sambungan pelanggan dari total 64.980 sambungan pelanggan PDAM memilih kabur (berhenti berlangganan-red).

Ketua Komisi C DPRD Magetan, Nur Wachid menyayangkan kaburnya ratusan pelanggan PDAM ini. Dirinya meminta Direksi PDAM untuk serius dalam mengelola perusahaan daerah itu. ‘’Ini harus di betulkan dan secepatnya diselesaikan. PDAM harus memperbaiki kualitas pelayanannya, karena banyak pelanggan yang kabur. Bila seperti ini terus terjadi, tiap tahunya bukan tidak mungkin PDAM akan gulung tikar.” cetus politisi PKB ini disela-sela Sidak.

Senada dengan Nur Wachid, anggota komisi C dari fraksi PKS, Nur Wahyudi  mengungkapkan, faktor pemicu kaburnya ratusan pelanggan PDAM itu, akibat buruknya pelayanan seperti pasokan air bersih yang tidak lancer, serta rekening yang membengkak. Hal itu membuat masyarakat memilih untuk berswadaya. ‘’Sekarang kita logika saja, kalau swadya masayarakat cuman bayar Rp 5.000 per bulan, sedangkan kalau jadi pelanggan PDAM sebulan bisa Rp 40.000.  Ya pasti lah lari, faktor ini pemicu kaburnya pelanggan PDAM,” paparnya.

Sementara itu, Gianto, Direktur Umum PDAM Magetan berdalih kaburnya ratusan pelanggan PDAM Magetan itu,  bukan akibat faktor buruknya pelayanan yang diberikan.  Namun akibat beberapa wilayah di Magetan, tercover dalam program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), dari pemerintah pusat sejak 2013 lalu.

Selain itu, adanya program swadaya warga desa yang wilayahnya berdekatan dengan lokasi sumber mata air. Dengan jumlah total pelanggan PDAM yang mencapai 64.980 SR, jumlah pelanggan yang kabur hanya sekitar 0,010%, angka itu diklaim tidak akan berpengaruh terhadap perusahaan. ‘’Kalau masalah kaburnya pelanggan PDAM, tidak betul kalau itu faktor buruknya pelayanan kami. Hal itu karena beberapa wilayah ada yang masuk dalam program Pamsimas dan warga yang dekat sumber air memilih berswadaya. Kalau di bandingkan dengan pelanggan kami saat ini yang mencapai 64.890 SR, angka itu tidak ada apa apanya, paling cuman 0,010%,” dalih Gianto. (roh/rud)
Diberdayakan oleh Blogger.