Kemarau Panjang, Petani Tembakau Terancam Merugi

Foto : Tanaman Tembakau Rusak
Magetan – Musim Kemarau Panjang, membuat  puluhan hektar tanaman tembakau milik para petani di Desa Bedagung, Kecamatan Panekan , Kabupaten Magetan,  tidak bisa tumbuh dengan maksimal, daun tembakau banyak yang layu terus menguning,  bahkan mengering di pohon, akibat kekurangan pasokan air.

Rusaknya puluhan hektar tanaman tembakau ini, membuat sejumlah petani tembakau mengalami kerugian yang cukup besar, sebab selain tanaman tembakau rusak, harga tembakau juga mengalami penurunan akibat kwalitas tembakau yang kurang bagus.

Dalam kondisi normal 1 pohon tembakau biasanya dapat menghasilkan 1,5 kilo gram daun tembakau, setelah banyak yang rusak, 1 pohon tembakau hanya bisa menghasilkan separuhnya saja, sebab daun tembakau banyak yang mengering.

Menurut  salah satu  petani tembakau, Sarbi, musim kemarau yang begitu panjang ini, mengakibatkan daun tembakau tak bisa tumbuh dengan normal, dan banyak yang rusak, akibat kekurangan air. Selain banyak daun tembakau yang rusak, harga tembakau juga menurun harga sebelumnya bisa di kisaran 7,000 rupiah per kilo gram, kini hanya di kisaran 4.000 hingga 5,000 rupiah per kilo gramnya, dampak kwalitas tembakau yang kurang bagus.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah petani tembakau , kususnya di desa Bedagung, Kecamatan Panekan, Magetan harus menanggung kerugian yang cukup banyak, sebab hasil panennya tidak sepadan dengan biaya tanam dan perawatan yang membutuhkan biaya cukup banyak. ( Wan )

Diberdayakan oleh Blogger.